News

Tak Pernah  Bertengkar dan Tak Ada Perselingkuhan, Wanita ini Justru Pilih Akhiri 14 Tahun Pernikahannya, Kenapa?

Tak Pernah  Bertengkar, Suami juga Tak Selingkuh, Wanita ini Justru Akhiri 14 Tahun Pernikahannya, Kenapa?


Tak Pernah  Bertengkar dan Tak Ada Perselingkuhan, Wanita ini Justru Pilih Akhiri 14 Tahun Pernikahannya, Kenapa?
Claire mengakhiri pernikahan 'sempurnanya' usai 14 tahun menikah (The Sun)

AKURAT.CO, Seorang wanita asal Inggris jadi perbincangan usai memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya yang dianggap 'sempurna' di mata masyarakat. Dilaporkan wanita ini setidaknya telah menjalani biduk rumah tangga dengan suaminya hingga 14 tahun. Selama itu juga, pernikahananya tampak berjalan dengan baik-baik saja.  

Wanita itu mengaku tidak pernah terlibat pertengkaran hebat dengan suaminya. Tidak pula ada rahasia dan perselingkuhan.

Bahkan seorang teman mengatakan kepada wanita itu, bahwa dia harusnya 'bersyukur' lantaran suaminya tidak  terjerumus dalam hal-hal sesat, termasuk kecanduan judi.

baca juga:

Namun, seperti diwartakan The Sun, Claire Lodge sudah mantap dengan pilihannya-mengakhiri pernikahannya dengan suaminya yang berusia 50 tahun, David. 

Sebagai catatan, David adalah nama samaran, dan bukan nama asli mantan suami Claire.

Dalam ceritanya, Claire mengaku mulai terbesit kata perceraian ketika putri mereka berusia tujuh tahun. Enam tahun kemudian, tepatnya pada Oktober lalu, proses perceraian Claire dan David akhirnya rampung. 

Merespons itu, tak ada perasaan menyesal sama sekali yang terucap dari mulut Claire. Wanita 46 tahun itu menegaskan bahwa keputusannya untuk cerai sudah tepat dan bahkan justru membuatnya menjadi ibu yang lebih baik.

Claire, yang seorang manajer komunikasi dari Wakefield, West Yorkshire, kemudian memberi pesan khusus untuk para istri-istri di luar sana. Ia mendesak wanita lain untuk mengikuti kata hati mereka jika mereka terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia.

"Saya sempat berpikir untuk mengakhiri semuanya setidaknya selama dua tahun sebelum saya memutuskannya. (Saat itu), saya terus melawannya karena saya tidak ingin menyakiti suami atau anak saya," ujar Claire.

'Percikan itu hilang'

 Seorang teman mengatakan kepada Claire bahwa dia harusnya 'bersyukur' suaminya tidak tersesat atau tidak kecanduan judi-The Sun

Claire pun bercerita bahwa pada satu titik dalam pernikahannya, ia sudah tidak merasakan gairah. Padahal, dalam hati, dia sebenarnya juga ingin memiliki kehidupan pernikahan seperti orang tuanya, 40 tahun menikah dan masih tampak mesra.

"Lalu suatu saat pada hari Minggu, fisik saya seperti tidak bisa lagi berfungsi. Saya tahu apa yang harus saya lakukan tetapi tidak memiliki energi atau kekuatan untuk menghadapinya. Saya hanya bisa berbaring di tempat tidur."

"Akhirnya saya bangun, seperti yang saya janjikan, untuk memberi tumpangan kepada orang tua saya. Tapi saya berada di ambang serangan panik. Jantung saya berdebar kencang, seperti ada pin dan jarum yang menancap di lengan saya. Saya dapat mendengar orang tua saya tertawa dan bercanda di kursi belakang mobil, masih sangat bahagia setelah 40 tahun menikah, dan berpikir dalam hati: 'Hanya itu yang saya inginkan, menjadi seperti mereka.'

"Saya menurunkan mereka ke Leeds dan segera setelah saya sampai di rumah, saya memberi tahu suami saya bahwa saya akan mengakhiri pernikahan kami. Saya, tidak menginginkan itu, tapi saya harus. Tidak ada hal buruk yang muncul - kami bukan salah satu dari pasangan yang terus-menerus bertengkar, kami masih bergaul dengan baik dan bisa tertawa. Tapi percikan itu hilang dan saya sangat tidak bahagia, merasa terjebak dan panik sepanjang waktu.

"Ketika saya putus dengan David, dia masih ingin membuat semuanya berjalan baik tetapi dia sangat tenang. Dia mungkin mengira saya akan berubah pikiran lagi, tetapi saya tahu itu tidak akan terjadi," kata Claire saat mengenang awal keputusannya untuk bercerai dengan David.

Selama enam bulan pertama setelah perpisahan itu, Claire dan David, masih tinggal bersama. Selama itu pula, keduanya berupaya menjual rumah mereka.

Claire pun mengaku bahwa masa-masa itu sebetulnya adalah hal yang 'menyakitkan' baginya. 

"Itu menyakitkan. Kami berada di kamar tidur terpisah. Perayaan Natal menjadi begitu sulit. Tapi kami berusaha melewatinya demi putri kami.”

Claire kemudian memutuskan untuk pindah ke flatnya sendiri dan perlahan mulai membangun kembali hidupnya.

Claire lalu berkata bahwa ia sempat merasa sangat bersalah karena keputusan itu telah membuat kehidupan putrinya berubah 180 derajat. Putri Claire saat ini berusia 15 tahun, dan setelah benar-benar melangkah untuk menuruti kata hati, Claire justru mengaku sangat lega.

"Saya sempat merasa sangat bersalah, bahwa itu semua salah saya.Saya menghancurkan hidup kami dan putri saya tidak akan memiliki rumah atau keluarga lagi. Tapi kemudian saya merasa sangat lega."

Claire menceritakan kisahnya itu pada bulan ini, di mana Januari telah lama dikenal sebagai 'Bulannya Perceraian'. 

Faktanya, saat Claire bercerita, perceraian tercatat melonjak setiap tahun dengan angka mencapai lebih dari 300 persen. Menariknya, 25 persen pasangan yang bercerai mulai merencanakan perpisahan mereka pada Januari.

Claire berusia 27 tahun ketika dia menikah dengan David pada April 1990. Mereka pun sebelumnya berkencan selama tiga tahun usai dikenalkan oleh teman. 

Sebelum bercerai, Claire dan David nyatanya juga sempat dihantam tiga kali 'perpisahan singkat'. Claire berkata bahwa saat itu, ia yang memulai ide perpisahan itu, tetapi akhirnya kembali karena dibujuk David. 

"Perpisahan-perpisahan itu itu dipicu oleh saya, tetapi David sangat baik menanggapi hal itu dan ia biasanya akan pindah untuk tinggal di flat temannya," ujar Claire.

Saat itu, Claire selalu kembali ke pernikahannya, dengan asumsi segalanya akan lebih baik. Sayangnya, harapan itu ternyata tidak pernah ada. Meski pada praktiknya, segala upaya telah dilakukan untuk membuat semuanya kembali bahagia.

"Kami pergi berlibur, saat berada di rumah, kami sudah menyelesaikan pekerjaan kami, dan bahkan kami mencoba untuk memiliki bayi lagi, tetapi tidak ada yang berhasil. Jika saya bisa meneruskannya sampai putri saya lebih besar, saya akan melakukannya, tetapi saya tidak bisa."

"Ibu dan saudara perempuan saya selalu mengatakan jika foto lama saya muncul di Facebook, itu membuat mereka sedih karena saya terlihat sangat tidak bahagia. Saya tidak tahu siapa saya di foto-foto itu, saya tidak dapat terhubung dengan orang itu karena pada saat itu, saya sangat mati rasa."

"Saya terus-menerus berada di ambang serangan panik dan mengalami kecemasan yang luar biasa dari saat saya bangun hingga saat saya pergi tidur. Saya tahu jauh di lubuk hati masalah saya terkait dengan pernikahan saya," ucap Claire.

 Claire membuat keputusan bercerai meskipun pernikahannya tampak baik-baik saja-The Sun

Untuk mengatasi kecemasannya  itu, Claire pun sampai 'membius dirinya sendiri' dengan makanan dan anggur. Imbasnya, bobot tubuh Claire melonjak, dari 69 kg menjadi hampir 90 kg.

"Saya tidak memiliki timbangan sekarang, tetapi saya tahu saya jauh lebih sehat daripada ketika saya menikah. Saya sangat membenci diri saya sendiri karena tidak bahagia selama pernikahan saya, karena saya merasa saya tidak seharusnya begitu."

"Sekarang saya benci memikirkan wanita lain di sana yang harusnya mereka meninggalkannya (pernikahan) tetapi tidak bisa karena mereka merasa egois. Itulah mengapa saya menceritakan kisah saya. Saya ingin wanita-wanita lain mengikuti kata hati dan naluri mereka, karena semuanya akan berhasil."

"Sebagai wanita, ada sindiran bahwa Anda harus 'bahagia dengan apa yang Anda miliki'. Saya ingat seseorang berkata kepada saya, 'Dia tidak berjudi, dia tidak berselingkuh, jadi ada apa denganmu?' Saya berpikir: 'Haruskah itu menjadi harapan tinggal saya?' Dibanding pria, para perempuan diharapkan untuk bisa lebih tahan dengan perasaan tidak puas atau tidak bahagia."

"Juga  itu akan lebih sulit untuk berpisah jika menyandang status sebagai seorang ibu. Ada banyak tekanan untuk tetap bersama demi putri saya, tetapi itu adalah tekanan yang saya berikan pada diri saya sendiri."

"Anda merasa seperti Anda mengecewakan dan akhirnya menjadi statistik perceraian."

"Secara finansial, itu juga tidak pernah mudah. Tetapi saya tahu bahwa penting untuk memulai awal yang baru, jadi saya menyewa flat saya sendiri."

"Karena tidak ada pemicu atau dendam, lebih mudah untuk berpisah pada awalnya. Akhirnya saya berpikir: Astaga, sebaiknya kita melakukannya sekarang dan mengerjakan dokumen untuk membuatnya resmi. Kemudian tidak ada masalah untuk bercerai secara resmi, karena kami selalu berhubungan baik dan tidak ada perselisihan seputar keuangan," kata Claire.

 Usai resmi bercerai, Claire mengaku sangat lega-The Sun

-Mulai memperbarui kehidupan-

Kini, Claire mengecat rambut hitamnya menjadi merah menyala. Setelah menikah, dia pun kini memiliki 'tambatan hati' baru. Ia sekarang sedang asyik menjalani kehidupan barunya dengan menjadi anggota gym, dan sama sekali tidak menyesal atas apa telah terjadi.

"Begitu saya mengatasi beberapa bulan pertama perasaan tidak enak, saya segera menjadi ibu yang lebih baik. Saya bergabung dengan gym, menjadi lebih sehat, mulai merawat diri sendiri dan menikmati hidup.

"Akhirnya putri saya bisa melihat saya menjalani hidup sepenuhnya. Saya tidak tahu apa yang dia lihat saat dia berusia tujuh tahun dan melihat saya saat itu. Tetapi, saya berpikir bahwa dia masih terlalu muda untuk menyadari betapa tidak bahagianya saya."

"Kini, saya telah berada di tempat yang seharusnya, dan saya telah memaafkan diri saya sendiri. Saya mencoba untuk waktu yang lama untuk membuatnya berhasil – tidak ada yang bisa mengatakan bahwa saya mengakhiri pernikahan saya dengan mudah," katanya.

Meskipun Claire telah berkencan, tetapi ia mengaku masih takut dengan komitmen. Kendati demikian, ia tetap memiliki harapan bisa bertemu dengan belahan hatinya, dan kelak bisa hidup bahagia bersama. 

"Saya bergabung dengan Tinder dan Planty of Fish, tetapi keduanya mengerikan.

"Saya menghapusnya dua tahun lalu, setelah empat tahun mencoba, dan tidak akan kembali. Saya lebih suka menunggu untuk bertemu seseorang di kehidupan nyata. Saya sangat takut terjebak dalam hubungan.

"Saya mengalami kepanikan yang mengerikan ini, dan berpikir, 'Saya akan benar-benar menyakitinya, seperti yang saya lakukan pada mantan suami saya'."

"Tapi itu sudah lama sekali, jadi saya berharap ketika saya bertemu dengan orang yang tepat, saya akan bisa bahagia," pungkasnya.