News

Tak Permasalahkan Surya Darmadi di Tahan Kejagung, Pimpinan KPK: Kita Koordinasi

Tak Permasalahkan Surya Darmadi di Tahan Kejagung, Pimpinan KPK: Kita Koordinasi
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Kamis (18/8/2022) (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa tersangka kasus suap PT Duta Palma Group, Surya Darmadi, di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung. 

Seperti diketahui, Surya Darmadi alias Apeng kini ditahan di Rutan Kejagung cabang Salemba karena diduga terlibat kasus korupsi Rp78 triliun yang ditangani Kejaksaan Agung.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tak mempermasalahkan jika memang tim penyidik bakal memeriksa Apeng di Kejaksaan Agung.

baca juga:

"(Pemeriksa) ke Kejaksaan, kan ditahan di Kejaksaan. Enggak masalah, kita berkoordinasi," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Kamis, (18/8/2022).

Meski begitu, Alex belum bisa memastikan kapan penyidik lembaga antirasuah bakal memeriksa Apeng. Menurutnya, pemeriksaan akan lebih mudah karena saksi-saksi kasus yang menjerat Surya Darmadi sejatinya telah diperiksa KPK.

"Karena sudah lama juga kan, dua tahun loh (Surya Darmadi buron). Berarti kalau diperiksa oleh penyidik kan, pemeriksaan sebagai tersangka," ucap Alex.

Seperti diketahui, Apeng ditetapkan tersangka oleh KPK dan Kejagung. KPK menetapkan Apeng tersangka suap alih fungsi hutan di Riau dan menduga perbuatan tindak pidana korupsi Apeng menimbulkan kerugian negara Rp 54 triliun. Ia ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap mantan Gubernur Riau Annas Ma'amun.

Sementara itu, Kejagung menetapkan bos produsen minyak goreng merek Palma itu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan di Riau seluas 37.095 hektare.  

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut kerugian keuangan dan perekonomian negara akibat perbuatan dugaan korupsi Surya Darmadi mencapai Rp78 triliun.

Pada Senin (15/8/2022) lalu Apeng telah menyerahkan diri ke Kejagung. Apeng diketahui naik pesawat China Airlines CI 761 rute Taipei menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Setibanya di Indonesia Apeng langsung dilakukan penjemputan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung untuk diperiksa di Gedung Bundar Jampidsus. 

Setelah menyerahkan diri ke Kejagung, Apeng langsung ditahan selama 20 hari kedepan guna proses penyidikan. Apeng ditahan pada Rutan Kejaksaan Agung cabang Salemba, Jakarta Pusat.[]