Ekonomi

Tak Perlu Ngegas Naikkan Harga, Ini Jurus Hadapi Bahan Baku Meroket

Pelaku usaha saat ini dibuat pusing dengan kenaikan harga bahan baku, seperti harga energi, bahan pangan, komoditas, dan sebagainya.


Tak Perlu Ngegas Naikkan Harga, Ini Jurus Hadapi Bahan Baku Meroket
Ilustrasi (www.idmacro.com)

AKURAT.CO Pelaku usaha saat ini dibuat pusing dengan kenaikan harga bahan baku, seperti harga energi, bahan pangan, komoditas, dan sebagainya. Kalau sudah begini, konsumen pun ikut teriak karena kesulitan memenuhi kebutuhannya.

Sebagai pelaku usaha jangan cepat putus asa. Langsung mengatrol harga jual, yang sebenarnya masih bisa diakali dengan cara lain. Cara yang tidak membuat konsumen atau pelanggan kabur, namun juga bisnis tetap berjalan dan tak gulung tikar.

Berikut strategi yang bisa dilakukan pengusaha ketika harga bahan baku naik:

baca juga:

• Cari pemasok bahan baku lain

Langkah pertama adalah dengan mencari pemasok atau supplier bahan baku lain. Tentunya yang mampu memberikan harga lebih murah ketimbang supplier biasanya. Misalnya kamu usaha warteg, berarti cari pedagang sayur mayur, ikan, daging, ayam, serta bumbu dapur yang menawarkan harga miring, sehingga dapat menekan biaya produksi.

Pastikan pemasok baru ini terpercaya, amanah, dan menjual bahan baku berkualitas. Jadi, kamu tetap bisa menjual makanan enak dari bahan baku yang segar, tetapi dengan harga yang sama dengan sebelumnya.

• Substitusi bahan baku

Cara lain untuk menyiasati kenaikan harga bahan baku, yaitu dengan mengganti bahan baku sebelumnya dengan barang yang sama atau tidak jauh beda, namun harga lebih bersahabat. Ini yang dinamakan efisiensi atau melakukan penghematan.

Sebagai contoh, tadinya menggunakan gula pasir bermerek seharga Rp 15.000 per kilogram (kg). Kamu bisa menggantinya dengan gula pasir curah yang harganya Rp 13.000 per kg. Atau minyak goreng kemasan bermerek Rp 24.000 per kg, menjadi minyak goreng curah Rp 14.000 per Kg.

Sumber: Cermati