News

Tak Perlu Berlebihan Tanggapi Donasi Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio

Keluarga Akidi Tio tetap tidak bisa disalahkan sekalipunmenyatakan batal memberikan donasi


Tak Perlu Berlebihan Tanggapi Donasi Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat Sosialisasi Empar Pilar dan Silaturahim Nasional IHF NU di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021).  (DOK. HUMAS DPR RI)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid meminta publik tidak menanggapi berlebihan perkara donasi Rp 2 triliun keluarga mendiang Akidi Tio. Menurutnya, keluarga Akidi Tio tidak bisa dipersalahkan sekalipun batal memberi sumbangan karena yang terjadi baru sebatas niat dan kesukarelaan.

”Apa salahnya orang mau membantu? Nah sekarang masalahnya uang Rp2 triliun yang dikatakan mau disumbangkan ini nggak jelas ada dimana. Nah, cerita-cerita begini banyak," ujar Jazilul sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Wakil Ketua Umum PKB ini meminta semua pihak tidak menyudutkan baik kepada keluarga Akidi Tio maupun kepada Polda Sumsel yang sebelumnya menerima secara simbolis donasi yang dijanjikan.

"Sekarang merasa tertipu, ter-prank, apanya yang ter-prank? Ya namanya ada orang mau nyumbang masa Polda disalahkan? Orang mau nyumbang ya silakan,” urainya.

Penting diambil hikmah, dikatakan Wakil Ketua MPR RI itu, di tengah situasi krisis yang dialami masyarakat Indonesia saat ini masih ada relawan yang benar-benar serius memiliki niat baik untuk membantu pemerintah.

”Jangankan Rp2 triliun, Rp200 ribu saja sudah sangat berharga," pungkasnya.

Seperti diketahui, Akidi Tio mendadak menjadi perbincangan setelah pengusaha tersebut menyampaikan akan memberikan sumbangan demi menangani Covid-19 sejumlah Rp2 triliun.

Dengan sumbangan senilai Rp2 triliun, tak heran jika namanya menjadi perbincangan warganet. Bahkan, banyak orang yang mulai mencari informasi terkait pengusaha ini.

Namun kini, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap anak dari Akidi Tio yakni Heryanti alias Ahong. Penangkapan langsung dipimpin Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Mabes Polri menyatakan tak akan mengambil alih perkara donasi Rp 2 triliun Akidi Tio. Penanganannya diserahkan pada Polda Sumatera Selatan (Sumsel).  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan tidak ada intervensi dari Mabes Polri dalam penanganan perkara tersebut.

"Diserahkan ke Polda Sumsel penanganannya," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021). Dia menegaskan perkara terebut sementara ini ditangani oleh Polda Sumsel, tanpa ada pengambilan alih dari Mabes Polri. "Untuk sementara di Polda Sumsel," pungkasnya.[]