News

Tak Mau Tambah Stok Baru, Thailand Bakal Stop Penggunaan Vaksin Covid-19 dari Sinovac

Thailand akan beralih ke vaksin campuran di mana vaksin AstraZeneca dikombinasikan bersama dengan vaksin Pfizer-BioNTech.


Tak Mau Tambah Stok Baru, Thailand Bakal Stop Penggunaan Vaksin Covid-19 dari Sinovac
Seorang petugas kesehatan memegang jarum suntik dan botol vaksin Sinovac di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 17 Maret 2021 (Reuters/Athit Perawongmetha)

AKURAT.CO  Thailand mengaku tidak memiliki rencana untuk memperbarui pasokan vaksin Covid-19 dari perusahaan biofarmasi China, Sinovac. Karenanya, ketika persediaan yang saat ini sudah habis, mereka bakal menghentikan penggunaan vaksin tersebut .

Rencana untuk menyetop penggunaan vaksin Sinovac itu baru diungkap pada Senin (18/10) oleh seorang pejabat kesehatan Thailand. Sumber pejabat itu menyebut bahwa stok vaksin Sinovac kira-kira akan habis pada pekan ini. Kemudian sebagai gantinya, Thailand akan beralih ke vaksin campuran di mana vaksin AstraZeneca dikombinasikan bersama dengan vaksin Pfizer-BioNTech.

"Kami berharap akan mendistribusikan semua dosis Sinovac minggu ini. Program akan beralih untuk menggabungkan vaksin AstraZeneca dengan yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech," kata pejabat kesehatan Opas Karnkawinpong, seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

Diketahui sejak Februari lalu, Thailand telah menggunakan lebih dari 31,5 juta dosis Sinovac. Program penyuntikan vaksin Sinovac itu dimulai dengan pemberian dua dosis untuk pekerja garis depan, kelompok berisiko tinggi, dan penduduk Phuket.

Phuket  telah menjadi bagian dari skema awal percontohan dari pembukaan kembali wisata untuk para turis.

Kemudian pada Juli, Thailand mulai menginokulasi masyarakat awam dengan Sinovac sebagai dosis pertama, dan diikuti oleh vaksin AstraZeneca dari Universitas Oxford. 

Thailand adalah negara pertama yang menggabungkan suntikan China dan Barat, sebuah strategi yang menurut pejabat kesehatannya terbukti efektif.

Thailand berencana akan membeli total 120 juta dosis vaksin Covid-19 pada tahun depan, setelah sebelumnya, mereka memesan 60 juta dosis AstraZeneca, vaksin yang juga diproduksi secara lokal.

Thailand mengatakan hanya akan mendapatkan vaksin yang efektif melawan varian baru.

Negara Gajah Putih memiliki populasi dengan perkiraan penduduk mencapai hingga 72 juta jiwa. Namun, sejauh ini, jumlah warga  yang divaksin di sana hanya berkisar 36 persen dari keseluruhan populasi. Untuk menggenjot program imunisasi Covid-19, Thailand mengagendakan target vaksinasi sebanyak 70 persen pada akhir tahun.

Untuk situasi Covid-19, negara ini telah mencatat hampir 1,8 juta kasus infeksi dengan jumlah kematian mencapai 18.336 kasus. Dari kasus total itu, lebih dari 98 persennya dicatat dalam tujuh bulan terakhir.

Di tengah kenaikan kasus itu, Thailand masih optimis dengan rencana untuk membuka kembali pintu negara bagi pendatang asing. Rencananya, pembukaan akan dimulai pada bulan depan dengan 17 provinsi dibuka untuk pelancong yang divaksin dari negara-negara berisiko rendah. Beberapa daerah yang akan dibuka kembali di antaranya termasuk Pattaya, Hua Hin, Chiang Mai, hingga Bangkok.[]