News

Tak Mau Kebobolan, Burhanuddin Launching Tim Insiden Siber

Dewasa ini seluruh sektor kehidupan di dunia telah berubah menuju digitalisasi dan serba otomatis


Tak Mau Kebobolan, Burhanuddin Launching Tim Insiden Siber

AKURAT.CO - Jaksa Agung ST Burhanuddin meresmikan Tim Insiden Siber Kejaksaan Agung atau Kejaksaan Agung Computer Securit Incident Response Team (CSIRT). 

Peresmian digelar secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Mengawali sambutannya, Burhanuddin menyampaikan dewasa ini seluruh sektor kehidupan di dunia telah berubah menuju digitalisasi dan serba otomatis. 

baca juga:

Internet telah digunakan untuk segalanya atau Internet of Things. Hal ini ditandai jumlah penggunaan internet di seluruh dunia semakin hari terus meningkat. 

Bahkan, menurut Burhanuddin, pada kondisi pandemi Covid-19 ini menyebabkan sebagian besar kegiatan manusia beralih dari cara konvensional menjadi modern dengan menggunakan internet. 

Untuk jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai 202 juta orang, atau 73 persen dari total 274 juta penduduk Indonesia. Hal ini menunjukkan Indonesia menjadi pengguna internet terbesar keempat dunia. 

Jaringan internet saat ini telah tersambung ke seluruh dunia, yang telah memberikan manfaat berupa sarana konektivitas dan komunikasi. 

Serta telah memberikan kemudahan akses informasi, pengetahuan, edukasi, alamat, pemetaan, maupun kemudahan berbisnis ataupun hiburan. 

“Menghadapi era digital ini, Kejaksaan juga terus menyesuaikan dengan perkembangan jaman,” tutur Jaksa Agung Burhanuddin. 

Untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik, lanjutnya, Kejaksaan juga sudah menerapkan banyak aplikasi berbasis digital. 

Mulai penanganan perkara dalam Case Manajemen System (CMS), persuratan dengan Sipede, Kepegawaian dengan aplikasi Simkari, ada E-tilang, E-PNBP sampai Kejaksaan Mobile. 

“Semua terintegrasi dalam Program Kejaksaan Digital,” ujar Jaksa Agung. 

Namun di sisi lain, Jaksa Agung mengatakan kemajuan dan manfaat penggunaan informasi teknologi tersebut ternyata banyak sekali terjadi insiden keamanan informasi. 

Seperti gangguan pada sistem komputer, serangan virus, akses ilegal, kebocoran informasi dan lain sebagainya.  

Untuk merespon insiden keamanan informasi tersebut, Pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara telah membentuk Government- Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Indonesia yang disingkat Gov-CSIRT Indonesia. Tugasnya monitoring, menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. 

Selanjutnya untuk mendukung dan mengoptimalisasi perlindungan sistem atau data termasuk penyelidikan komprehensif atas insiden keamanan siber maka dibentuk Kejaksaan Agung-CSIRT. 

“Untuk itu, pada kesempatan ini, saya atas nama pimpinan Kejaksaan Republik Indonesia memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Siber dan Sandi Negara dan jajarannya yang telah membantu terbentuknya Kejaksaan Agung-CSIRT,” ujar Jaksa Agung Burhanuddin. 

Burhanuddin mengatakan, Tim Insiden Siber (CSIRT) Kejaksaan ini merupakan tim kolaborasi yang beranggotakan gabungan antara Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Pusat Daskrimti) dengan Direktur E pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel). 

“Dan oleh karena itu diharapkan tim ini mampu menanggulangi setiap insiden keamanan siber pada sektor Pemerintah, khususnya Kejaksaan, dengan cepat, terarah dan terintegrasi. Selain itu saya berharap tim ini mampu mengakselerasi terbangunnya sistem mitigasi, manajemen krisis dalam setiap penanganan insiden keamanan siber,” tutur Burhanuddin.[]