News

Tak Lagi Bebas 'Berekspresi', Donald Trump Gugat Google, Twitter, dan Facebook

Menurut Donald Trump, jika mereka dapat memblokir seorang presiden, mereka dapat melakukannya kepada siapa pun.


Tak Lagi Bebas 'Berekspresi', Donald Trump Gugat Google, Twitter, dan Facebook
Menurut Twitter, Donald Trump diblokir karena twitnya pada 8 Januari mengagungkan kekerasan. (Foto: EPA via BBC) ()

AKURAT.CO, Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menggugat raksasa teknologi Google, Twitter, dan Facebook. Ia beralasan menjadi korban penyensoran ketiga perusahaan itu. Gugatan tersebut juga menyasar CEO-nya.

Dilansir dari BBC, akun media sosial Trump ditangguhkan pada Januari karena masalah keamanan publik usai kerusuhan Capitol yang disebabkan oleh para pendukungnya.

Pada Rabu (7/7), mantan presiden AS itu menyebut gugatannya sebagai perkembangan yang sangat bagus bagi kebebasan berbicara. Dalam jumpa pers di resor golfnya di Bedminster, New Jersey, ia mencerca perusahaan media sosial tersebut dan Partai Demokrat yang ditudingnya mendukung disinformasi.

"Kami menuntut diakhirnya pelarangan bayangan, penghentian pembungkaman, penghentian daftar hitam, pemblokiran, dan penghapusan yang Anda ketahui dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Buntut Penyerangan US Capitol, Facebook Blokir Donald Trump Selama 2 Tahun!

Gugatan itu meminta perintah pengadilan untuk mengakhiri dugaan penyensoran. Menurut Trump, jika mereka dapat memblokir seorang presiden, mereka dapat melakukannya kepada siapa pun.

Di sisi lain, belum ada satu pun perusahaan teknologi itu menanggapi gugatannya yang telah diajukan ke pengadilan federal di Florida.

Trump menyebut unggahan yang membuatnya diblokir dari Twitter merupakan 'kalimat yang penuh kasih'.

Sebaliknya, menurut Twitter, Trump diblokir karena twitnya pada 8 Januari mengagungkan kekerasan. Twit itu diunggah 2 hari setelah kerusuhan di ibu kota negara. Kerusuhan tersebut terjadi setelah ia berkali-kali mengklaim tanpa bukti kalau Pemilu itu dicurangi demi mendukung Joe Biden.

Ia menulis kalau 'patriot hebat' yang memilihnya akan memiliki 'suara besar' dan tak akan diremehkan atau diperlakukan tidak adil dengan cara maupun bentuk apa pun. Di unggahan lainnya, ia mengatakan tak akan menghadiri pelantikan Presiden Joe Biden.