Ekonomi

Tak Jadi Lockdown, IHSG Sudah Mulai Sangar?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (24/6/2021)


Tak Jadi Lockdown, IHSG Sudah Mulai Sangar?
Karyawan melintas di papan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Saham Efek Jakarta, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (24/6/2021). Pukul 9.11 WIB, IHSG naik 0,13% atau 9 poin ke 6.042.

Investor asing mencatat net buny Rp26 miliar di seluruh pasar.

Hingga jelang pukul 10.00 WIB, IHSG masih berada pada kisaran level 6.036,722. Namun tak selang beberapa menit, IHSG malah merah ke level 6.028,704.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG false break bearish trendline dan resistance 6 100 pada pergerakan yang menguji support MA5 dan MA20.

IHSG (-0.86%) ditutup turun hampir sepersen sebesar 53.30 poin kelevel 6034.54 dengan saham-saham disektor kesehatan (-2.41%), Keuangan (-2.09%) dan Property (-1.20%) menjadi yang terdalam pelemahannya. Saham-saham disektor Infrastruktur, transportasi dan industri yang tutup di zona hijau gagal menahan IHSG hingga akhir sesi perdagangan.

Angka kasus Covid-19 yang melebar menjadi fokus investor disaat aksi jual investor asing yang masih terlihat.

" Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp435,77 miliar dengan saham BBRI, BMRI dan BBCA yang menjadi top net sell value," papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Mayoritas indeks saham di Asia ditutup dengan bervariasi. Indeks Nikkei (-0.03%) dan TOPIX (-0.53%) di Jepang turun sedangkan Indeks HangSeng (+1.79%) dan CSI300 (+0.49%) naik. Investor menilai prospek pemulihan ekonomi sementara kekhawatiran mereda bahwa inflasi yang lebih cepat akan memacu pengetatan kebijakan.

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks FTSE (-0.08%), DAX (-0.64%) dan CAC40 (-0.60%) turun lebih dari setengah persen. Pelemahan disaham-saham ritel dan konsumsi lebih dalam dari penguatan saham-saham disektor komoditas.

Minyak mentah Brent berbalik naik 1% menjadi $75,57 per barel dan WTI naik 0.88% kelevel $73.49 perbarrel.

" Selanjutnya investor akan mengambil momentum dari pergerakan harga komoditas dan merespon spekulasi rencana pengurangan pembelian aset dari The Fed," jelasnya.

  Indikator stochastic dan RSI bergerak melandai dengan MACD yang masih terpantau bearish. Sehingga diperkirakan IHSG masih bergerak cukup berat dengan potensi kembali tertekan pada support resistance 5.982-6.065.

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; CPIN, HMSP, LSIP, WSBP, WTON, WSKT, ACES, AGII, BBTN," pungkasnya.[]