Olahraga

Tak Ingin Bergantung Penerjemah, Tzu-Ying Les Bahasa Inggris

Tai Tzu-Ying memegang rekor terlama di posisi ranking satu dunia dengan 148 pekan.


Tak Ingin Bergantung Penerjemah, Tzu-Ying Les Bahasa Inggris
Pebulu tangkis tunggal putri Taiwan Tai Tzu-ying mengembalikan kok kearah pebulu tangkis Cina He Bingjiao dalam pertandingan babak semi final kejuaraan Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/7/2018). Tai Tzu-ying melaju ke final usai menang dengan skor 21-13 dan 21-18. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Bertahan sebagai pebulutangkis ranking satu dunia, Tai Tzu-Ying kini sedang mengembangkan kemampuan lain untuk bisa bersentuhan dengan penggemarnya secara langsung: Bahasa Inggris. Ya, di sela kesibukannya berlatih, pebulutangkis berusia 26 tahun tersebut sedang mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya.

“Pemusatan latihan kami punya jadwal dengan sebuah universitas dan mereka mengirimkan seorang guru Bahasa Inggris untuk menggelar les,” kata Tzu-Ying sebagaimana dipetik dari The Star.

Selama ini, Tzu-Ying dikenal sebagai salah satu pemain papan atas yang berbicara dengan Bahasa Mandarin sebagai bahasa yang digunakan di negaranya, Chinese Taipei, di turnamen internasional. Namun, ia mulai berbicara dalam Bahasa Inggris sesuai laga final All England di Birmingham, Inggris, Maret silam.

“Saya ingin senang bermain di lingkungan ini, terima kasih atas dukungan Anda semuanya,” ucap  Tzu-Ying kala itu.

Selama ini, Tzu-Ying mesti menggunakan penerjemah setiap kali dia harus berbicara dalam wawancara dengan pewawancara yang tidak berbahasa Mandarin. Ia menyadari bahwa terkadang penerjemah tidak menerjemahkan apa yang dikatakannya secara persis.

“Mengapa saya ingin belajar Bahasa Inggris? Ya, dengan begitu saya bisa mengekspresikan diri saya dengan kata-kata saya sendiri dan bagi penggemar bisa memahami saya,” ucap Tzu-Ying.

“Saya juga ingin bisa menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan tentang perasaan saya karena terkadang penerjemah mungkin tidak terlalu akurat. Saya berusaha yang terbaik untuk menjawab dengan Bahasa Inggris sederhana, tapi itu butuh waktu.”

Saat ini, Tzu-Ying tercatat sebagai pebulutangkis dengan rekor ranking satu dunia terlama. Ia mencatatkan 148 pekan di posisi puncak dengan 72 pekan beruntun pada periode 1 Desember 2016–18 April 2018.

Tahun ini, Tzu-Ying baru menjalani dua turnamen di mana dua-duanya sukses mencapai final. Pertama ia kalah atas Chen Yu-Fei di Malaysia Masters namun berhasil membalas kekalahannya atas lawan yang sama di All England, Maret lalu.

Kini, ia bersiap untuk turun di Olimpiade Tokyo 2020 yang akan dihelat pada Juli-Agustus mendatang. Tzu-Ying mengincar medali emas yang akan menjadi emas pertama bagi Chinese Taipei di cabang bulutangkis olimpiade.[]