News

Tak Ingin Ada Korban Lagi, KPU Usulkan E-Rekap


Tak Ingin Ada Korban Lagi, KPU Usulkan E-Rekap
Persiapan kotak suara Di Semarang (AKURAT.CO/Dafi Yusuf)

AKURAT.CO, Ratusan petugas penyelenggara pemilu yang terkena musibah mulai dari sakit hingga meninggal dunia masih meninggalkan pilu. Untuk itu Komisi Pemilihan Umum mengusulkan agar dilakukannya e-Rekap pada proses Pemilihan Kepala Daerah  2020 di Jawa Tengah.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan e-rekap dipercaya dapat menjadi salah satu opsi untuk memperlancat proses pilkada.

Selain itu, melalui e-rekab harapannya dapat mempermudah proses rekapitulasi ketika pilkada serentak yang akan dilaksanakan yang dijadwalkan pada 23 September 2020.

Menurutnya melalui e-rekap proses demokrasi dalam hal ini di pilkada 2020 akan lebih transparan, akuntabel, dan mencegah kesalahan-kesalahan dalam proses pilkada mendatang.

"Saat ini Komisi KPU telah menggodok adanya e-rekap yang akan membantu perhitungan ketika Pilkada 2020. Dari tiga opsi yang diusulkan oleh KPU e-Rekap yang paling mungkin dapat diterapkan di Jateng," kata dia, Kamis (12/9/2019).

Soal wacana pembatasan pidana koruptor untuk mengikuti Pilkada 2020, Yulianto mengatakan bahwa dirinya tak dapat bertindak sendiri. Menurutnya harus ada Undang-Undang yang mengatur wacana tersebut.

Namun, lanjutnya, publik saat ini mempunyai harapan besar kepada Dewan Perwakilan Rakyat yang baru dilantik. Banyak yang berharap adanya revisi Undang-Undang terkait pembatasan eks pidana korupsi agar dipertegas.

"KPU tak bisa bertindak sendiri. Harus ada regulasi yang mengatur. Dan aturan tersebut bisa saja direvisi oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang baru," katanya. []