News

Tak Hanya Slamet Ma'arif, Pemilik Mobil Komandan Aksi 1812 Juga Diperiksa

Tak Hanya Slamet Ma'arif, Pemilik Mobil Komandan Aksi 1812 Juga Diperiksa
Peserta aksi 1812 mengibarkan bendera Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (18/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan bahwa selain ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif, pihaknya juga memanggil saksi lain berinisial A yang diketahui merupakan pemilik kendaraan yang digunakan untuk unjuk rasa 1812.

Kedua saksi itu sebelum menjalankan pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, terlebih dahulu dilakukan rapid antigen guna memastikan tidak terpapar Covid-19. Sehingga selama pemeriksaan berjalan dengan aman dan nyaman serta tidak ada rasa khawatir terpapar.

"Ya betul. Termasuk adanya kasus 1812 tentang kerumunan di Petamburan. Pada saat di Patung Kuda. Kita jadwalkan ada dua hari ini yang kita panggil sebagai saksi. Pertama adalah pemilik kendaraan, saudara A. Kemudian ada saudara SM. Tetapi yang bisa hadir hari ini adalah saudara SM sendiri. Tadi jam 11.00 hadir juga di sini melaksanakan protokol kesehatan," kata dia, kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

baca juga:

Hasil dari rapid test antigen Slamet Ma'arif pun negatif Covid-19 dan sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada Slamet. Ia belum tahu sampai kapan pemeriksaan itu kelar dilakukan penyidik.

"Hasilnya nonreaktif yang bersangkutan sedang pemeriksaan sebagai saksi. Sama dengan yang pertama. Kita tunggu hasilnya seperti apa. Nanti kita lihat, saksi dulu semuanya," tegas dia.

Yusri menambahkan, dalam kasus kerumunan aksi unjuk rasa semuanya akan dipanggil penyidik untuk diperiksa. Termasuk koordinator lapangan aksi 1812, rencananya dalam waktu dekat bakal diperiksa penyidik.

"Semuanya sudah kita jadwalkan," tutup dia.

Sebelumnya, massa dari Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (18/12). Tuntutan mereka berkaitan dengan penahanan Habib Rizieq Shihab (HRS) hingga kasus tewasnya enam Laskar FPI.[] 

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu