Rahmah

Tak Hanya Masuk Gereja, Salat di Gereja Juga Boleh, Begini Penjelasannya

Hukum masuk Gereja bagi seorang Muslim


Tak Hanya Masuk Gereja, Salat di Gereja Juga Boleh, Begini Penjelasannya
Ilustrasi Muslim Masuk Gereja (DUTAISLAM)

AKURAT.CO Beberapa waktu yang lalu masyarakat dihebohkan dengan adanya komentar-komentar Netizen soal cibiran seorang Kiai yang masuk Gereja di memberikan ceramah di dalamnya.

Bagaimana sesungguhnya pandangan Islam tentang seorang Muslim yang masuk Gereja? Disebutkan dalam Mausu'ah Fiqh Kuwait  dalam juz 38, halaman 155 demikian:

   ‎وَيَرَى الْمَالِكِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ وَبَعْضُ الشَّافِعِيَّةِ أَنَّ لِلْمُسْلِمِ دُخُول بِيعَةٍ وَكَنِيسَةٍ وَنَحْوِهِمَا   

Artinya: “Ulama mazhab Maliki, Hanbali, dan sebagian ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa boleh bagi orang Muslim memasuki sinagog, gereja dan rumah ibadah lainnya.”

Pandangan di atas membolehkan orang Islam masuk ke tempat ibadah selain Masjid, termasuk masuk ke Gereja. Tak hanya membolehkan masuk ke Gereja, bahkan sebagian ulama membolehkan masuk ke Gereja.

Disebut di dalam kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah, juz 2, halaman 57 tentang bab shalat di dalam Gereja yang bersih sebagai berikut:

 فَصْلٌ الصَّلَاةِ فِي الْكَنِيسَةِ النَّظِيفَة

وَلَا بَأْسَ بِالصَّلَاةِ فِي الْكَنِيسَةِ النَّظِيفَةِ، رَخَّصَ فِيهَا الْحَسَنُ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَالشَّعْبِيُّ وَالْأَوْزَاعِيُّ وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَرُوِيَ أَيْضًا عَنْ عُمَرَ وَأَبِي مُوسَى، وَكَرِهَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَمَالِكٌ الْكَنَائِسَ؛ مِنْ أَجْلِ الصُّوَرِ. وَلَنَا «، أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - صَلَّى فِي الْكَعْبَةِ وَفِيهَا صُوَرٌ» ، ثُمَّ هِيَ دَاخِلَةٌ فِي قَوْلِهِ - عَلَيْهِ السَّلَامُ -: «فَأَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ، فَإِنَّهُ مَسْجِدٌ»   

Artinya: "Umar bin Abdul Azis, Sya’bi, Awza’i dan Sa’id bin Abdul Azis, serta riwayat dari Umar bin Khattab dan Abu Musa, mengatakan tidak mengapa shalat di dalam gereja yang bersih. Namun Ibn Abbas dan Malik memakruhkannya karena ada gambar di dalam gereja. Namun bagi kami (Ibn Qudamah dan ulama yang sepaham dengannya) Nabi Saw pernah shalat di dalam Ka’bah dan di dalamnya ada gambar. Ini juga termasuk dalam sabda Nabi: “Jika waktu shalat telah tiba, kerjakan shalat di manapun, karena di manapun bumi Allah adalah masjid (tempat sujud).”  

Dari penjelasan di atas jelas bahwa masuk Gereja bukan suatu hal yang dilarang dalam Islam. Ada sebagian ulama yang juga membolehkan, bahkan tak sekadar masuk, salat di dalamnya juga boleh, apalagi jika dalam kondisi darurat. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online