Lifestyle

Tak Hanya Golden Age, Masa Winning Window Anak Perlu Diperhatikan

Sistem imun anak belum sepenuhnya berkembang hingga usia delapan tahun. Inilah dinamakan periode winning window.

Tak Hanya Golden Age, Masa Winning Window Anak Perlu Diperhatikan
Ilustrasi anak di bawah delapan tahun (UNSPLASH/Tanaphong Toochinda)

AKURAT.CO  Sistem imun anak belum sepenuhnya berkembang hingga usia delapan tahun. Inilah dinamakan periode winning window.

Di periode ini, orang tua wajib memenuhi kebutuhan anak, terutama dalam mendukung perkembangan sistem imunnya.

Sebab, anak dengan imun yang sehat akan memiliki kemampuan motorik halus, kognitif lebih baik dibanding anak yang sering sakit. 

baca juga:

"Bila tumbuh kembang optimal, mereka akan jadi generasi pintar, generasi emas, jadi pemenang," ujar Dokter Spesialis Anak, Margareta Komalasari dalam konferensi pers virtual bersama Nutrilon Royal, dikutip Selasa (16/8/2022).

Menurut Margareta, daya tahan tubuh jadi faktor penting untuk mendukung perkembangan si kecil. 

Pada sebuah riset, tambah Margaret, anak dengan daya tahan tubuh baik akan memiliki motorik halus 26 persen lebih baik dari anak yang sering sakit. Tak cuma itu, anak juga memiliki skor kognitif 3 poin lebih tinggi.

Margareta menambahkan, saat daya tahan anak baik, anak pun sehat, aktif, banyak bermain, terstimulasi sehingga perkembangan motorik dan kognitifnya baik. 

Diketahui, perkembangan motorik meliputi motorik kasar seperti kemampuan anak dalam merangkak, duduk, berjalan, dan melompat. Lalu, motorik halus seperti kemampuan anak dalam menggambar, menulis, menggunting dan lainnya.

Kemudian, perkembangan kognitif meliputi semua aktivitas mental sehingga anak mampu menghubungkan, juga menilai suatu peristiwa.

"Jika anak mudah sakit, perkembangan motorik dan kognitifnya terganggu," jelasnya.

Margareta mengatakan, motorik dan kognitif yang terganggu pada anak bisa memiliki dampak, antara lain

minat belajar berkurang;

malas menulis;

mudah was-was dan mudah ragu;

mempengaruhi konsentrasi; 

sulit fokus;

membuat anak sulit belajar dengan baik.

Oleh karena itu, Margareta menambahkan, orang tua perlu memberikan dukungan nutrisi demi menjaga daya tahan anak, perkembangan motorik maupun kognitif. Nutrisi yang diperlukan anak, antara lain:

FOS atau fructo-oligosaccharides 

GOS atau galacto-oligosaccharides 

Asam lemak omega 3

Asam lemak omega 6

DHA atau docosahexanoic acid yang merupakan, salah satu jenis asam lemak omega 3

"Untuk FOS dan GOS bisa diperoleh dari serat, terutama sayuran, makanan laut, dan susu. Omega 3 dan omega 6 diperoleh dari susu, ikan, telur, daging, dan ayam," pungkasnya.