Ekonomi

Tak Hanya AS, Rusia Sah Masuk ke Jurang Resesi

Masuknya Rusia ke jurang resesi juga diakibatkan dari sanksi Barat yang membatasi sektor energi serta keuangannya

Tak Hanya AS, Rusia  Sah Masuk ke Jurang Resesi
Presiden Rusia Vladimir Putin belum memberikan indikasi pasti apakah dia akan menargetkan Polandia. Namun, agenda untuk menyerang negara itu disebut menjadi 'kepastian mutlak'. ( RFE/RL)

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Rusia nampaknya tidak sedang baik-baik saja terutama pada kuartal II 2022 ini. Ekonomi Rusia menyusut hingga 4 persen year-on-year (yoy) di pada kuartal ini, hal ini tak lain disebabkan oleh invasi yang dilakukannya ke Ukraina. Dengan terjunnya perekonomian Rusia ini, Rusia pada akhirnya resmi masuk jurang resesi.

Masuknya Rusia ke jurang resesi juga diakibatkan oleh sanksi Barat yang membatasi sektor energi serta keuangannya, termasuk pembekuan cadangan keuangan Rusia yang disimpang diluar negeri yang menjadikan sejumlah perusahaan Barat hengkang dari Rusia.

Badan Pusat Statistik Rusia (Rosstat) tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penurunan ekonomi yang dialami oleh negaranya, akan tetapi para analis mengatakan bahwa kontraksi tersebut disebabkan karena melemahnya permintaan konsumen dalam negeri akibat sanksi yang diberlakukan oleh Barat.

baca juga:

"Data Juni menunjukkan kontraksi dalam ekonomi Rusia tampaknya telah mencapai titik terendah karena situasi di beberapa industri stabil," kata Sergey Konygin, ekonom di Sinara Investment Bank.

Kontraksi pada Kuartal II 2022 berdasarkan produk domestik bruto (PDB) di Rusia memang tidak sedalam yang diperkirakan. Reuters memperkirakan rata-rata PDB nantinya akan menyusut sekitar 7 persen yoy pada April - Juni, setelah sebelumnya pada kuartal I 2022 meningkat ke 3,5 persen.

Sedangkan berdasarkan analisa dari bank sentral Rusia, mereka memperkirakan PDB akan berkontraksi sekitar 4,3 persen di kuartal III, bank sentral juga memproyeksikan ekonomi Rusia akan mulai puli pada paruh kedua tahun 2023.

Menurut prakiraan dari bank sentral Rusia, mereka menaksir PDB negeri beruang itu di bulan April akan menyusut sekitar 8 sampai 10 persen, namun pada bulan Juli mereka mengkoreksi dengan memperkirakan kontraksi sebesar 4 sampai 6 persen.

"Kontraksi PDB akan mencapai titik terendahnya pada paruh pertama tahun 2023, dengan ini perekonomi an akan bergerak menuju keseimbangan jangka yang cukup panjang." kata Wakil Ketua bank sentral Rusia Alexei Zabotkin pada Jumat (13/8/2022)

Perkiraan analisa dari bank sentral Rusia bukanlah tidak beralasan, hal tersebut mengingat lingkungan geopolitik yang saat ini masih bergejolak, sehingga perkiraan resmi untuk mengukur jurang resesi dari Rusia pun bisa bervariasi.

Sumber: Reuters