Rahmah

Tak Gugup, Abu Nawas Berhasil Menjawab Pertanyaan Sulit dari Baginda Raja

Dalam kebingungannya itu, Baginda Raja yang terkenal bijaksana itu teringat akan kecerdasan seorang Abu Nawas.


Tak Gugup, Abu Nawas Berhasil Menjawab Pertanyaan Sulit dari Baginda Raja
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Dalam rangka tasyakur kerajaan, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid menggelar acara bersama seluruh rakyatnya. Siang itu, masyarakat sudah berkumpul di halaman depan kerajaan.

Dalam kesempatan itu, Baginda Raja memberikan tausiyah di hadapan rakyatnya.

"Hari ini kita akan mengadakan pesta ulang tahun kerajaan. Ketahuilah, aku akan memberi sedekah kepada para fakir miskin, aku juga akan memberikan pengampunan kepada para tahanan di penjara, dengan mengurangi hukuman menjadi setengah dari sisa hukumannya,".

Masyarakat pun bersuka ria mendengar pidato sang Raja yang menggelar itu. Setelah semua warga sudah menyantap hidangan yang disediakan, para pengawal istana kemudian membagikan hadiah kepada fakir miskin yang hadir.

Tak berselang lama, Baginda memanggil para tahanan untuk diberikan keringanan hukuman. Tahanan pertama dipersilahkan maju menghadap Baginda.

"Wahai si Fulan, berapa tahun hukumanmu?" tanya Baginda Raja.

Si Fulan lalu menjawab, "Dua tahun, Baginda yang mulia,"

"Sudah berapa tahun engkau jalani hukuman itu?" tanya Baginda kembali.

"Satu tahun Paduka," jawab Fulan.

"Baiklah, kalau begitu, sisa hukumanmu yang satu tahun aku kurangi menjadi setengah tahun, sehingga hukumanmu hanya tersisa enam bulan saja," tegas Baginda memberi keringanan.

Setelah si Fulan mendapatkan keringanan, kemudian tahanan kedua bernama Ali dipersilahkan maju menghadap Baginda. Seperti tahanan sebelumnya, Baginda kembali bertanya.

"Berapa tahun hukumanmu, wahai Ali?" tanya Baginda.

Akan tetapi, Ali menjawa dengan wajah yang tampak sedih.

"Mohon ampun Baginda yang mulia, hamba dihukum seumur hidup," jawab Ali.

Tampaknya Baginda menjadi bingung dengan jawaban yang diberikan Ali. Karena Baginda harus memberi keringanan berapa tahun untuk mengurangi hukuman Ali.

Dalam kebingungannya itu, Baginda Raja yang terkenal bijaksana itu teringat akan kecerdasan seorang Abu Nawas. Tak menunggu lama, Abu Nawas dipanggil Baginda Raja yang memang sedang berada dalam acara tersebut.

"Wahai, Abu Nawas, mungkin engkau sudah mengetahui bahwa aku sedang dalam masalah mengenai hadiah keringanan bagi Ali. Ternyata dia dihukum seumur hidup, sedangkan aku berjanji akan memberikan pengampunan setengah dari sisa hukumannya. Karena aku tidak tahu sampai umur berapa Ali akan hidup. Sekarang aku meminta pendapatmu, bagaimana caranya memberi pengampunan kepada Ali dari sisa hukumannya," kata Baginda Raja.

Saat itu, Abu Nawas juga terlihat bingung. Sebab, dirinya juga berpikiran sama dengan Baginda, apa bisa mengurangi umur seseorang, padahal dia sendiri tidak tahu sampai kapan umurnya si Ali itu. 

"Wahai Baginda yang mulia, hamba minta waktu untuk berfikir," kata Abu Nawas.

Dengan begitu, Abu Nawas diberikan waktu hanya sehari oleh Baginda. Artinya, Abu Nawas harus l memberikan jawaban dari masalah ini keesokan harinya.

Tibalah pada esok harinya, Abu Nawas langsung bergegas menuju istana untuk menghadap baginda. Sesampainya di istana, Abu Nawas langsung berkata.

"Mohon ampun Baginda yang mulia, hamba sudah mendapatkan cara untuk memecahkan masalah si Ali,".

"Cepat jelaskan sekarang wahai Abu Nawas," titah Baginda.

"Wahai Baginda, sebaiknya si Ali bisa bebas selama satu hari dari penjara, lalu pada esoknya, dia dimasukkan lagi ke dalam penjara selama satu hari pula. Lusa juga demikian, sehari bebas, sehari dipenjara, begitu saja selama umur si Ali itu," kata Abu Nawas.

Mendengar penuturan Abu Nawas, Baginda raja bisa tersenyum.

"Haha.. Engkau ini memang pandai Abu Nawas. Sebagai hadiah, terimalah uang 100 dirham ini," pungkas Baginda.[]