Olahraga

Tak Didaftarkan PBSI ke Tur Internasional, Pebulutangkis Ini Hijrah ke Kroasia

Tak Didaftarkan PBSI ke Tur Internasional, Pebulutangkis Ini Hijrah ke Kroasia
Pebulutangkis Indonesia, Aria Dinata (PBSI)

AKURAT.CO, Pebulutangkis nasional Aria Dinata tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap PP PBSI karena tidak didaftarkan untuk mengikuti turnamen dalam dua bulan terakhir. Aria pun memutuskan hengkang ke Kroasia.

Hal itu sebagaimana dilansir dari unggahan instagram story atlet yang menjadi juara OUE Singapore Youth International Series 2017 tersebut.

“Dari Indonesia ke Kroasia. Dua bulan saya tidak aktif mengikuti turnamen BWF (November dan Desember 2022),” tulis Aria Dinata.

baca juga:

“Saya adalah salah satu dari korban yang tidak didaftarkan di empat turnamen internasional oleh PBSI, yang mana partisipasi dalam turnamen tersebut adalah atas permintaan dan dibiayai oleh Federasi Badminton Kroasia."

“Saya sangat tidak mengerti mengapa saya tidak diizinkan untuk mengikuti turnamen internasional pada saat itu, padahal saya masih membela Indonesia.”

“Terima kasih untuk Federasi Badminton Kroasia yang mau menyelamatkan karier bulutangkis saya di saat saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dan saya bisa mulai bertanding untuk membela Kroasia Januari 2023,” lengkap Aria Dinata disertai harapan bahwa dia adalah korban terakhir dari ‘regulasi’ baru PBSI yang dianggap merugikan.

Aria Dinata adalah tunggal putra Indonesia yang saat ini menempati ranking 701 dunia. Dia hanya satu dari beberapa pihak yang telah melemparkan sejumlah kritikan serupa kepada PBSI.

Sebelumnya ada atlet bulutangkis Andi Fadel Muhammad hingga pemilik klub yang sama-sama menyoroti regulasi baru PBSI, di mana setiap atlet Indonesia yang hendak mendaftarkan diri ke turnamen ada ketentuan minimal ranking.

Bakan untuk turnamen level Future Series, PBSI mengharuskan atlet memiliki ranking minimal 1-400. Kebijakan itu dianggap merugikan sejumlah atlet non-ranking untuk mendaftar ke suatu turnamen.

Legenda Bulutangkis Sampai Ikut Buka Suara

Melansir laman BWF, Aria Dinata yang mengaku sebagai ‘korban’ regulasi baru PBSI, tercatat baru sekali ikut turnamen bulutangkis sepanjang musim ini, yakni Bulgarian International Championship.

Kemudian pada tahun 2019, Aria Dinata juga baru mengikuti 4 turnamen, 2 turnamen pada 2018, dan 2 turnamen pada 2017.

Dia bertanding atas nama pebulu tangkis Independen dan melancong ke Kroasia dengan tetap mengibarkan bendera Indonesia.

Hanya saja karena dibuat sakit hati tak berujung, Aria Dinata memutuskan naturalisasi menjadi warga negara Krosia per Januari 2023.

Kondisi yang dialami Aria Dinata hingga Andi Fadel Muhammad, turut membuat legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, buka suara melalui instagramnya

Pada intinya, Candra Wijaya meminta PBSI meninjau ulang kembali Peraturan dan Penetapan PP PBSI Tentang Pengiriman Atlet Pada Kejuaraan Internasional (Pasal 7).

Jika dilihat dari sisi lain, PBSI sendiri memang sudah merevisi beberapa aturan baru untuk atlet yang diberikan izin ke suatu turnamen bulutangkis.

Disinyalir aturan baru tersebut terjadi salah satunya karena dilatarbelakangi insiden sejumlah pebulu tangkis profesional atau non-pelatnas PBSI pada 2020 yang melakukan match fixing.

Dilansir dari laman BWF, ada beberapa pebulu tangkis Indonesia yang saling mengenal, melanggar peraturan integritas BWF terkait pengaturan pertandingan dan manipulasi pertandingan.

Para pebulu tangkis Indonesia itu diskors sejak Januari 2020 hingga 6-12 tahun. Mereka juga didenda masing-masing antara Rp42 juta-168 juta.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com