Olahraga

Tak Dapatkan Pelatih Elite, Newcastle Akhirnya Pilih Eddie Howe

Eddie Howe terpilih karena sejumlah pelatih elite dikabarkan menolak tawaran Newcastle United.


Tak Dapatkan Pelatih Elite, Newcastle Akhirnya Pilih Eddie Howe
Eddie Howe semasa masih melatih AFC Bournemouth. (AFC Bournemouth)

AKURAT.CO, Newcastle United akhirnya memilih mantan Pelatih AFC Bournemouth, Eddie Howe, sebagai pelatih baru mereka. Howe masuk menggantikan Steve Bruce yang dipecat beberapa waktu lalu sejalan dengan pengambilalihan Newcastle oleh perusahaan investasi milik Arab Saudi.

Mulai memimpin latihan Newcastle pekan ini, Howe jelas bukan target yang diinginkan oleh klub tersebut. Dengan status sebagai salah satu klub terkaya di dunia saat ini, Newcastle sebenarnya berharap mendapatkan pelatih elite seperti Unai Emery, Antonio Conte, Joachim Loew, bahkan Xavi Hernandez.

Persoalannya, sulit bagi Newcastle untuk mendapatkan pelatih elite dengan segala kontroversi yang menyertai pengambilalihan klub tersebut oleh konsorsium Saudi. Terutama masalah dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh Pemerintah Saudi yang sempat disorot oleh Pelatih Liverpool, Juergen Klopp.

Alhasil, kabar yang beredar adalah sejumlah pelatih elite tersebut menolak tawaran Newcastle. Sementara Emery yang dianggap sebagai kandidat terkuat, paling memungkinkan untuk menerima tawaran Newcastle pada musim depan.

Adapun Eddie Howe adalah pelatih berkebangsaan Inggris berusia 43 tahun dengan Bournemouth dan Burnley sebagai klub yang ada dalam rekam jejaknya. Delapan musim di Bournemouth (2012-2020), Howe membawa klub tersebut merangkak dari divisi ketiga ke Liga Primer Inggris pada musim 2015-2016.

Bertahan di Liga Primer selama lima musim, karier Howe selesai di Bournemouth sampai musim lalu. Ditandai dengan kembalinya klub tersebut ke kasta kedua.

Howe sendiri menyadari tantangan besar yang menantinya dengan investasi besar Arab Saudi. Juga dengan kondisi Newcastle yang saat ini berada di posisi ke-19 klasemen sementara Liga Primer Inggris yang berarti berada dalam ancaman turun kasta.

"Tugas di depan sangat besar. Ini adalah tantangan yang sangat sulit. Saya tidak berilusi. Kami punya daftar jadwal sulit di bulan Desember," kata Howe sebagaimana dipetik dari BBC.

"Semua yang bisa kami lakukan adalah menatap horison, berusaha memenangi laga berikut dan berusaha bersiap lebih baik untuk pertandingan berikut setelah itu."

Saat ditanya tentang latar belakang hak asasi manusia klubnya, Howe mengatakan bahwa ia berada dalam lingkungan sepakbola. Keputusan antara klub dan dirinya merupakan urusan sepakbola.

"Bagi saya ini adalah keputusan sepakbola. Saya benar-benar bersemangat menjadi manajer Newcastle. Saya akan ulangi lagi, ini soal sepakbola dan itu semua adalah yang akan saya utamakan," ucap Howe.[]