Ekonomi

Tak Cukup Hanya Dicintai, Produk Lokal Harus Dapat Ruang Strategis di Publik

Tak Cukup Hanya Dicintai, Produk Lokal Harus Dapat Ruang Strategis di Publik
Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, (28/1/2021). (AKURAT.CO/BPMI-Setpres/Rusman)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pihak mengajak swasta, usaha besar, dan masyarakat Indonesia agar berpihak kepada UMKM atau produk lokal.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta ruang strategis di area publik dan pusat-pusat perdagangan milik swasta diberikan kepada UMKM ketimbang produk impor, baik di pusat perbelanjaan maupun platform perdagangan digital.

" Pernyataan Presiden adalah bentuk afirmasi peran negara untuk memberi peluang lebih besar kepada produk lokal. Apalagi, di saat banyak pelaku UMKM produsen produk lokal mengalami penurunan penjualan karena dampak pandemi Covid-19," tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki merespon pernyataan Jokowi dalam  Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Istana Negara Jakarta, Kamis (4/3/2021).

baca juga:

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat menyampaikan perlunya ajakan untuk mencintai produk-produk Indonesia. Bahkan Jokowi juga sempat bilang tidak cukup cinta produk lokal, tapi juga benci produk-produk dari luar negeri.

“Presiden menyampaikan hal ini karena beliau menilai masih ada ketidakberpihakan kepada produk lokal UMKM dalam praktik di pusat perbelanjaan maupun perdagangan digital. Presiden mengajak kita membela, melindungi, dan memberdayakan UMKM agar naik kelas,” tegas Teten.

Teten Masduki menambahkan, Presiden Jokowi selalu memikirkan nasib produk lokal setiap kali berkunjung ke pusat perbelanjaan di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya. Pasalnya, Jokowi sering melihat lokasi strategis dikuasai oleh merek luar yang terkenal. 

“Itulah alasan Presiden selalu menyampaikan, kapan merek lokal akan naik kelas kalau di negerinya sendiri tidak diberi tempat terbaik," lanjut Teten.

Menurut Teten, pernyataan Jokowi bukan berarti anti impor. Faktanya, selama ini kebijakan impor juga tidak menghambat merek asing untuk masuk. Mengingat Jokowi menegaskan jika Indonesia bukan bangsa yang menyukai proteksionisme. Sejarah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan. 

“Tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia. Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak,” terang Teten.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu