News

Tak Cukup Bukti, Dewas KPK Stop Laporan Pelanggaran Etik Indriyanto Seno Aji

Dewas telah memeriksa sejumlah saksi di antaranya Ketua KPK Firli Bahuri


Tak Cukup Bukti, Dewas KPK Stop Laporan Pelanggaran Etik Indriyanto Seno Aji
Lima jajaran Dewan Pengawas KPK  Artidjo Alkostar, Albertina Ho, Tumpak Hatorangan Panggabean, Syamsuddin Haris, dan Harjono di Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Dugaan pelanggaran etik yang dilakukan anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indriyanto Seno Adji tidak dilanjutkan ke sidang etik. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Dewas menyatakan laporan sejumlah pegawai KPK terhadap Indiryanto tidak cukup bukti.

"Kami berempat secara musyawarah dan mufakat, menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan saudara ISA (Indriyanto Seno Adji) sebagaimana dilaporkan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku, tidak cukup bukti. Sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke sidang etik," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean dalam jumpa pers, Jumat (23/7/2021).

Keputusan diambil setelah Dewas memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Indriyanto. Dari pemeriksaan Dewas menilai tidak ada bukti yang kuat yang menyatakan Indriyanto melanggar etik.

Adapun saksi-saksi yang sudah diperiksa yakni, Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Sekjen KPK Cahaya Harefa, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dan pelapor Giri Suprapdiono, Novel Baswedan, dan Dewa Ayu Kartika, serta terlapor Indriyanto.

Dugaan pelanggaran etik Indriyanto dilaporkan 75 pegawai KPK ke Dewas, Senin (17/5). Para pegawai yang dinyatakan tak memenuhi syarat dalam asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) itu melaporkan Indriyanto atas dugaan pelanggaran etik.

Indriyanto diketahui hadir saat pengumuman hasil asesmen TWK.

Mewakili para pegawai KPK, Sujanarko mengatakan laporan dilayangkan lantaran Indriyanto dinilai sudah berpihak pada pimpinan KPK terkait polemik hasil asesmen TWK.

"Dewas itu secara kelembagaan harus tetap kita jaga. Hari-hari ini Dewas dirasakan sudah berpihak terhadap pimpinan, padahal selain dia punya fungsi pengawasan Dewas itu adalah fungsi hakim etik," ujar Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK itu di Gedung ACLC KPK.

Indriyanto hadir dalam rapat keputusan dan konferensi pers yang digelar pimpinan KPK pada 5 Mei 2021. Padahal, menurut Sujanarko, sebagai anggota Dewas, Indriyanto yang baru dilantik pada 28 April 2021 seharusnya menjalankan fungsi pengawasan.

"Sehingga kalau ada perbuatan-perbuatan pimpinan-pimpinan yang melanggar kode etik mereka harus bersikap adil," imbuhnya.[]