Ekonomi

Tahun Depan, Erick Thohir Bakal Benahi Dana Pensiun di BUMN

Menteri Erick bakal membenahi dana pensiunan di perusahaan pelat merah secara menyeluruh pada tahun depan.


Tahun Depan, Erick Thohir Bakal Benahi Dana Pensiun di BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir akan membenahi dana-dana pensiun di perusahaan pelat merah secara menyeluruh pada tahun depan.

"Kenapa? Karena di dana pensiun sekarang yang terjadi di banyak tempat, termasuk di dana-dana pensiun BUMN Ini yang terus terang kita akan rapikan pada tahun depan," jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Erick menilai hal itu lantaran terlalu banyak dana pensiun ini menjadi tempat korupsi yang pada akhirnya tagihan-tagihan pensiunan tidak terbayarkan.

"Kalau itu karena memang karena keuangan perusahaannya tidak sehat, mungkin kita bisa mengerti. Tetapi kalau di situ dimainkan investasinya apakah itu juga membuat produk-produk baru yang high leverage sehingga akhirnya macet, ini yang sedang kita konsolidasikan," tuturnya.

Terkait hal ini Erick pun kemudian menawarkan kepada Komisi VI DPR RI untuk bersama-sama membuat Focus Group Discussion atau FGD paparan mengenai dana pensiun.

"Kita sudah siap, tapi kita tidak bisa langsung membersihkan, karena ada undang-undangnya yang mengikat sehingga Kementerian BUMN tidak bisa melakukan intervensi. Karena itu jelas di situ pengelola dana pensiun mendapatkan kekuasaan penuh, tapi pendirinya harus top up kalau ada kekurangan dana. Ini yang saya rasa mungkin kita buat FGD saja khusus untuk dana pensiun," terangnya.

Erick menambahkan, bahwa pembenahan dana pensiun secara menyeluruh di BUMN merupakan salah satu program Kementerian BUMN pada tahun 2022.

"Karena ini merupakan bom waktu yang sudah kita lihat selama satu setengah tahun lalu, cuma dengan segala kekurangan kami kita tidak mampu menyelesaikan dengan cepat juga karena ini terlalu banyak yang lain. Namun dana pensiun akan menjadi perhatian kami untuk di tahun 2022," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga mengungkapkan rencana sejumlah perusahaan pelat merah untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) serta right issue pada tahun depan.

Erick Thohir berencana akan melakukan IPO terhadap Pertamina Geothermal Energy dan PT ASDP Indonesia Ferry pada 2022. 

"Untuk Pertamina Geothermal Energy adalah sebagai alternatif kita menjadi juga bagian daripada green electric, ecolifestyle untuk listrik. Ini kita akan go public-kan ke situ," ujarnya.

Menurut dia, hal itu merupakan bagian rencana dari program 15 GW yang PLN harus transformasi dari energi fosil ke energi hijau atau ramah lingkungan. Itu, kata dia, sudah dilakukan di Pertamina Geothermal Energy. Sedangkan untuk ASDP,  Kementerian BUMN akan mengajukan untuk go public.

"Namun kalau kita melihat kondisi kapal-kapal ASDP sudah tua dan ini tentu membahayakan bagi penumpang kalau kita bersandarkan pada transportasi seperti ini. Keselamatan publik menjadi kunci, karena itu kita juga harus mulai mencari alternatif pendanaan mengingat tidak mungkin mengandalkan PMN terus menerus," tukasnya.[]