Rahmah

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 143; Karakter Islam Adalah Moderat

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 143; Karakter Islam Adalah Moderat
Ilustrasi kitab suci Al-Qur'an (pixabay.com/ Tayeb MEZAHDIA)

AKURAT.CO Moderat adalah sikap imbang antara ekstrim dan liberal. Sikap moderat menjadi salah satu karakter pemeluk agama Islam. Jika ada yang mengaku moderat namun berbuat kasar dalam beragama, maka dipastikan itu bukan ajaran agama, tetapi karena perilakunya yang mengatasnamakan agama.

Salah satu ayat Al-Qur'an yang membicarakan soal moderat atau moderasi beragama adalah QS. Al-Baqarah Ayat 143. Surat Al-Baqarah ayat 143 ini masuk dalam kategori surat madaniyah menjelaskan pentingnya menjadi teladan umat Muhammad SAW sebagai sosok muslim yang beriman, berbuat baik, adil dan moderat dalam bertindak dan berfikir.

Dalam surah tersebut Allah SWT berfirman:

baca juga:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."

Dalam tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab disebutkan, kata 'wasathan' ialah perilaku adil yang dimiliki umat Islam, yang tidak ekstrim dalam beragama dan tidak liberal di dalam memahami serta mempraktikannya.

Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU, juga pernah menafsirkan ayat di atas. Menurutnya, dalam Al-Qur'an Allah tak pernah menyebut umat Islam, akan tetapi yang disebut ialah ummatan wasatan, atau umat moderat.

Demikian menurut beliau bahwa Islam mengedepankan budaya, bukan hanya simbol-simbol Islam semata. Islam mementingkan esensi dalam beragama, bukan sekadar covernya saja.

Sementara itu Abdul Mustaqim dalam kitab At-Tafsir al-Maqashidi menyebut, moderasi beragama dalam Islam bukan hanya dalam perilaku kehidupan sosial, akan tetapi juga dalam beribadah, berakidah, dan bermu'amalah.

Para ulama sepakat bahwa karakter Islam adalah agama yang moderat, agama yang tidak boleh ekstrim dalam memahami teks sehingga berujung pada tindakan ekstrim. Dan bukan liberal yang membiarkan akal bekerja lepas dari kontrol hati. []

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu