Rahmah

Tafsir QS. At-Taubah Ayat 36: Aksi Bom Gereja Katedral Bukan Jihad

Tafsir QS. At-Taubah Ayat 36: Aksi Bom Gereja Katedral Bukan Jihad
Bom Bunuh Diri Makassar (Screencapture)

AKURAT.CO Indonesia kembali berduka dengan adanya tindakan biadab kelompok teror yang melancarkan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar. 

Kelompok teror menganggap bahwa Al-quran mengafirmasi tindakan kekerasan seperti bom bunuh diri sebagai jihad. Sehingga mereka tidak peduli dengan lingkungannya.

Salah satu ayat Al-Qur'an yang membicarakan qital (peperangan) dan sering menjadi dalih pelaku teror untuk melancarkan aksi bom bunuh diri adalah QS. At-Taubah Ayat 36. Sebagai berikut:

baca juga:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوۡرِ عِنۡدَ اللّٰهِ اثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ مِنۡهَاۤ اَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظۡلِمُوۡا فِيۡهِنَّ اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ وَقَاتِلُوا الۡمُشۡرِكِيۡنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ كَآفَّةً‌  ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الۡمُتَّقِيۡ

Inna 'iddatash shuhuuri 'indal laahis naa 'ashara shahran fii Kitaabil laahi yawma khalaqas samaawaati wal arda minhaaa arba'atun hurum; zaalikad diinul qaiyim; falaa tazlimuu fiihinna anfusakum; wa qootilul mushrikiina kaaaf fattan kamaa yuqooti luunakum

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."

Para ulama tafsir, seperti Al Maraghi, menyebut ayat di atas bukan mengafirmasi tindakan kekerasan dengan cara berbuat kasar kepada siapa saja yang berbeda (termasuk dengan bom bunuh diri). Ayat di atas mengizinkan orang Islam melakukan perang ketika orang Islam diperangi dahulu. 

Masih menurut Al Maraghi, redaksi "kama yuqatilukum" memberi penegasan bahwa orang Islam tidak boleh melakukan peperangan terlebih dahulu. Hanya jika orang kafir yang melakukan tindakan perang terlebih dahulu, baru kemudian orang Islam dibolehkan membalasnya, itu pun dengan cara yang santun.

Sementara itu Ibn 'Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir menyebut, ayat di atas sebagai misi kedamaian Islam. Di mana pada mulanya orang Islam benci dengan peperangan. Tapi karena terdesak dan mereka harus melakukan itu demi eksistensi agama, maka mereka berperang. 

Peperangan dalam Islam tidak diizinkan kecuali jika dalam keadaan terdesak. Sebab itu, tindakan terorisme yang dilakukan di Gereja Katedral Makassar (28/3/2021) bukan ajaran agama. Oleh sebab demikian sekali lagi, terorisme bukan ajaran agama manapun termasuk agama Islam. Terorisme juga bukan tindakan jihad. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu