Rahmah

Tafsir QS. Ali Imran 159: Demokrasi itu Islami dan Sejalan dengan Ajaran Nabi

Tafsir QS. Ali Imran 159: Demokrasi itu Islami dan Sejalan dengan Ajaran Nabi
Ilustrasi Al-Quran (Pixabay/Fauzan My)

AKURAT.CO Sementara orang berasumsi dengan gegabah bahwa demokrasi merupakan sistem yang kufur, karena tidak ada dalam Islam. Asumsi ini sungguh terlalu terburu-buru. Karena pada kenyataannya, Islam melalui Nabi Muhammad SAW sudah mempraktikkan demokrasi.

Salah satu ayat Al-Qur'an yang membuktikan bahwa demokrasi sejalan dengan prinsip Islam adalah sebagai berikut:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

baca juga:

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran : 159).

Ayat Al-Qur'an di atas secara implisit memberikan prinsip demokrasi, yaitu meminta Nabi Muhammad untuk memusyawarahkan suatu persoalan bila terjadi problem di tengah kehidupan dengan masyarakat lain.

Dalam tafsir Liyaddabaru Ayatihi disebutkan bahwa manusia melalui percontohan Nabi Muhammad diminta untuk bermusyawarah. Sebab meskipun telah diberi akal yang jenius, namun kadangkala berhenti pada titik kemandegan. Sehingga perlu ide-ide orang lain.

Syaikh Wahbah Al-Zuhaili memberikan penjelasan yang cukup menarik. Menurutnya, umat Islam diminta untuk bermusyawarah dalam hal-hal yang secara syar'i belum termaktub dalam teks, baik masalah agama atau dunia.

Dari penjelasan di atas cukup jelas bahwa demokrasi, yang pada esensinya adalah musyawaroh, sudah diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. Demokrasi penting dilakukan oleh orang Islam agar bisa memasukkan nilai-nilai syariat di dalam hukum yang berlaku dalam bernegara. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu