Rahmah

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Fathir Ayat 28: Hakikat Ulama yang Sesungguhnya

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Fathir Ayat 28: Hakikat Ulama yang Sesungguhnya
Ilustrasi (almrsal-com)

AKURAT.CO Makna ulama sempat diperdebatkan di dunia maya. Satu kelompok membantah kelompok lain terkait makna ulama yang dilontarkannya. Apa yang dilontarkan kadang hanya berdasar keyakinan kelompoknya saja, tidak berdasar pada kitab suci Al-Qur'an.

Dalam Al-Qur’an sendiri, kata ulama disebut dalam surah Fathir ayat 28, yakni sebagai berikut:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

baca juga:

Wa minan-nāsi wad-dawābbi wal-an'āmi mukhtalifun alwānuhụ każālik, innamā yakhsyallāha min 'ibādihil-'ulamā`, innallāha 'azīzun gafụr

Artinya: “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Dalam ayat tersebut, secara gamblang ulama disebut sebagai hamba Allah yang takut kepada-Nya.

Wahbah Az-Zuhaili dalam tafirnya Al-Wajiz berpendapat bahwa yang takut di antara mereka adalah ulama yang mengetahui bahwa mahkluk-makhluk Allah tidak diciptakan secara sia-sia. Karena mereka sendiri memiliki tanggungjawab atas apa yang mereka perbuat dan yang dimaksud adalah bukan ulama syariah saja. Namun, setiap ulama yang teranggap dan pemikir dari ulama alam, pengobatan, dan selainnya yang mereka mengetahui dan berilmu.

Sementara ulama tafsir lainnya, seperti Jamaluddin Al-Qasimi berpendapat dalam karyanya Mahasin At-Ta’wil halaman 4983 bahwa yang dimaksud dengan ulama dalam ayat tersebut adalah sebagai berikut:

 إنما يخشاه تعالى بالغيب، العالمون به عز وجل، وبما يليق به من صفاته الجليلية, وأفعاله الجميلة؛ لما أن مدار الخشية معرفة المخشي والعلم بشؤونه، فمن كان أعلم به تعالى، كان أخشى منه عز وجل. كما قال عليه الصلاة والسلام أنا أخشاكم لله وأتقاكم له

Artinya: “Ulama adalah mereka yang takut kepada Allah meskipun tidak melihat-Nya. Mereka juga memahami sifat keagungan dan perbuatan baik yang layak bagi-Nya karena titik tumpu dari rasa takut ini adalah pengenalan atas Zat yang ditakuti dan mengerti kondisi-Nya. Orang yang lebih mengenal-Nya, maka ia yang paling takut kepada-Nya sebagaimana sabda Rasulullah Saw., dalam Shahih Bukari, ‘Aku orang yang paling takut di antara kamu kepada Allah, dan aku yang paling bertakwa di antara kalian”. 

Jamaluddin Al-Qasimi juga mengutip pendapat Al-Qasyani, bahwa ulama sendiri memiliki banyak tingkatan. Sementara ulama yang dimaksud pada ayat tersebut adalah ulama yang sampai pada derajat makifatullah. Takut yang dimaksud dalam ayat ini adalah bukan maksud dari kengerian dari siksa. Akan tetapi, takut yang dimaksud adalah perasaan tunduk dan menyerah ketika membayangkan keagungan Allah melalui pengalaman-pengalaman batinnya secara sadar. Semoga bermanfaat.[]