News

TAF Beberkan Empat Strategi Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan

Keterlibatan perempuan dalam pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup dan kehutanan masih rendah.


TAF Beberkan Empat Strategi Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan
Hana Satriyo Deputy Country Representative The Asia Foundation (TAF) (Istimewa)

AKURAT.CO, Keterlibatan perempuan dalam pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup dan kehutanan masih rendah.

Fakta tersebut terungkap dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF) pada Rabu (25/8/2021).

Hana Satriyo Deputy Country Representative The Asia Foundation (TAF) menuturkan, hanya 5% pemegang izin perhutanan sosial (Perhutsos) yang anggotanya terdapat perempuan.

"Angka ini masih sangat rendah," ujar Hana.

Hana mengatakan, TAF mendorong keterlibatan perempuan dalam bidang tersebut. Bahkan TAF telah menyiapkan empat strategi di muka meliputi dukungan pada program khusus yang mendorong peran perempuan, integrasi gender dalam program dan kebijakan, dan pentingnya membangun aliansi dengan organisasi masyarakat sipil dan institusi terkait.

“Selain itu, kita penting pula mengupayakan bagaimana penguatan ini bisa mendorong kebijakan-kebijakan terkait pengelolaan lahan dan hutan,” kata Hana dalam diskusi bertajuk Praktik Baik Ibu Bumi dalam Mengelola Hutan: Memperkuat Peran Kelompok Perempuan dalam Program Perhutanan Sosial di Indonesia ini.

Dalam diskusi yang sama, Staf Ahli Menteri LHK Winarni Monoarfa mewakili Menteri KLHK Siti Nurbaya menyatakan bahwa Program Perhutsos memiliki peran strategis untuk mendorong pembagunan nasional yang adil gender.

Dia menjelaskan, pembangunan adil gender melalui sektor lingkungan hidup dan kehutanan dapat dilakukan melalui strategi pengarusutamakan gender maupun afirmasi yang memberikan perhatian kepada kelompok marginal.

Masih kata Winarni, dalam RPJMN 2020-2024 secara lugas menyatakan bahwa strategi pembangunan nasional harus memasukkan perspektif gender untuk mencapai pembangunan yang adil dan merata.