News

Taat Konstitusi, PPP Tolak Usulan Jokowi Presiden 3 Periode

Arsul meminta agar semua pihak dapat menyikapi gerakan Jokpro sebagai ekspresi berdemokrasi


Taat Konstitusi, PPP Tolak Usulan Jokowi Presiden 3 Periode
Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menegaskan jika partainya tetap menginginkan masa jabatan presiden hanya dua periode saja sesuai dengan konstitusi amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Kalau ditanya bagaimana sikap PPP, maka PPP punya sikap sejauh ini ingin taat berkonstitusi saja yaitu masa jabatan presiden dua periode saja," kata Arsul saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (22/6/2021).

Arsul meminta agar semua pihak dapat menyikapi gerakan kelompok relawan Jokowi dan Prabowo Subianto (Jokpro) 2024 sebagai bagian dari dinamika dan ekspresi berdemokrasi.

Karena menurut Wakil Ketua MPR RI itu, Presiden Jokowi sebelumnya sudah jelas memberikan penolakan mengenai wacana presiden tiga periode.

"Saya kira, publik masih ingat ketegasan sikap beliau sebagai presiden terkait itu. Beliau ingin taat konstitusi yakni menjabat dua periode saja," pungkasnya.

Sebelumnya Pengamat Politik Ujang Komarudin berpandangan, isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkuasa tiga periode terlihat untuk kepentingan pendukung dan oligarki yang mengelilinginya.

Padahal menurut Ujang, banyak figur di republik ini yang hebat. 

"Itu salah dan sesat. Indonesia tanpa Jokowi dan Prabowo pun tak ada masalah. Tak akan kehilangan apa-apa. Justru rakyat ingin pemimpin baru di 2024," terang Ujang saat dihubungi AKURAT.CO, Selasa (22/6/2021).

Selain itu, Ujang juga menduga, gerakan isu tiga periode dikarenakan para pendukungnya takut kehilangan jabatan dan kekuasaan.

Pasalnya, Jokowi tidak bisa maju kembali di tahun 2024.

"Tak ada jabatan yang harus dipertahankan dan dibela, hanya demi kepentingan kelompok tersebut. Bisa saja gerakan tersebut sengaja dibuat tuk kelabui rakyat. Karena rakyat sudah banyak dibodohi dengan akrobat politik yang aneh. Bisa juga ingin menjerumuskan Jokowi. Karena katanya Jokowi tidak ingin 3 periode," ungkapnya.

Belakangan bahkan beredar kabar yang menyebut bahwa orang-orang di lingkaran Presiden Joko Widodo ditengarai bermanuver menggolkan wacana masa jabatan presiden 3 periode. 

Beberapa skenario pun diduga disiapkan untuk mewujudkan rencana ini.

Skenario pertama ialah membuka peluang periode ketiga selama lima tahun melalui pemilihan umum. Adapun skenario kedua memperpanjang masa jabatan presiden maksimal tiga tahun.

Perpanjangan itu juga disertai dengan penambahan masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. 

Namun masa jabatan kepala daerah mungkin tidak akan terpengaruh. Jika skenario tersebut berjalan, pada 2024 hanya akan ada pemilihan kepala daerah.[]