News

Sydney Cetak Rekor 'Tahun Terbasah' dalam 1,5 Abad, Curah Hujan Diprediksi Lebih Menggila

Sydney Cetak Rekor 'Tahun Terbasah' dalam 1,5 Abad, Curah Hujan Diprediksi Lebih Menggila
Total curah hujan sepanjang 2022 di Sydney, Australia, telah mencapai 2.213 mm, melampaui rekor sebelumnya sebesar 2.194 mm yang ditetapkan pada 1950. (REUTERS)

AKURAT.CO Sydney mencetak rekor tahun 'terbasah' sejak pencatatan dimulai 164 tahun lalu setelah diguyur hujan berjam-jam pada Kamis (6/10) pagi.

Dilansir dari Al Jazeera, total curah hujan di kota terbesar Australia ini telah mencapai 2.213 mm pada Kamis (6/10). Meski tahun 2022 baru berakhir 86 hari lagi, curah hujan ini telah melampaui rekor sebelumnya sebesar 2.194 mm yang ditetapkan pada 1950, menurut data resmi.

Lebih dari 58 mm hujan turun dalam 5 jam sejak pukul 9 pagi, berdasarkan data Biro Meteorologi. Otoritas bersiap mengantisipasi banjir besar di Australia timur, sementara hujan yang lebih deras diperkirakan mengguyur selama 3 hari ke depan.

baca juga:

Pantai timur Australia telah dicengkeram pola cuaca La Nina selama 3 tahun. Hujan deras pun diperkirakan terus berlanjut sepanjang sisa 2022.

Fenomena La Nina menyebabkan suhu Pasifik barat menghangat, sehingga lebih kondusif untuk terciptanya awan dan hujan di atas Australia timur.

Tepi barat kota Sydney pun telah dilanda banjir besar 3 kali dalam 2 tahun terakhir. Tak heran, kota ini bersiap mengantisipasi lebih banyak bencana, begitu juga wilayah lainnya di negara bagian New South Wales.

"Kami sadar tangkapan daerah kami lembap, bendungan kami penuh, dan sungai kami sudah meluap. Jadi, setiap kelebihan curah hujan, tak peduli seberapa kecil, kemungkinan akan memperburuk kondisi banjir. Setiap kelebihan curah hujan berpotensi menyebabkan banjir bandang," kata Steph Cooke, menteri layanan darurat New South Wales.

Banyak bendungan dan sungai sudah dalam kapasitas penuh. Pemerintah New South Wales pun berjanji untuk meninggikan dinding Bendungan Warragamba Sydney yang memasok 80 persen air kota. Langkah ini dapat membantu mencegah banjir di masa depan.

Sementara itu, beberapa pedesaan di kota pedalaman negara bagian telah digenangi banjir. Tayangan televisi menunjukkan jalan rusak dan penduduk memindahkan hewan ternak ke tempat yang lebih tinggi. Menurut layanan darurat New South Wales, ada 47 peringatan banjir di seluruh negara bagian.

Australia menjadi salah satu wilayah paling terdampak perubahan iklim. Para ilmuwan memperingatkan iklim di sana akan menjadi lebih panas dan lebih kering, sehingga lebih berisiko dilanda cuaca ekstrem sebagai akibat dari planet yang memanas.

Pada akhir 2019 dan 2020, bagian timur negara itu dilanda kebakaran hutan yang meluluhlantakkan petak-petak hutan dan lahan pertanan. Ribuan properti pun terbakar dan puluhan orang tewas.

Satwa liar juga sangat terdampak. Ahli ekologi memperkirakan 1 miliar hewan terbunuh atau terluka, termasuk spesies pribumi yang rentan, seperti koala. []