News

Syarif Hasan: Kartun yang Menistakan Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Syarief Hasan memandang kartun yang menistakan Nabi Muhammad SAW bukanlah bagian dari kebebasan berekspresi yang dibenarkan.


Syarif Hasan: Kartun yang Menistakan Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan saat membuka acara secara resmi Pegelaran Seni Budaya (PSB) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui penampilan tradisi Cianjuran 'Ngaos, Mamaos, Maenpo', di aula Gedung Kesenian Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020). (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan mengecam keras sikap yang ditunjukkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron karena tetap membiarkan penistaan kepada Nabi Muhammad SAW berlangsung di Perancis dengan dalih kebebasan berekspresi.

Syarief Hasan memandang kartun yang menistakan Nabi Muhammad SAW bukanlah bagian dari kebebasan berekspresi yang dibenarkan.
 
"Prancis sebagai salah satu negara yang menganut sistem demokrasi harusnya menempatkan penghormatan kepada agama dan kepercayaan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang mesti dijunjung tinggi," ucap Syarief Hasan dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2020).
 
Apalagi, kata dia berdasarkan putusan Pengadilan HAM Eropa pada (25 Oktober 2018) yang berkedudukan di Kota Strassbourg, Perancis telah menetapkan bahwa penistaan terhadap agama bukanlah bagian dari kebebasan berekspresi.
 
"Sebagai negara yang menjunjung hukum dan HAM, harusnya Perancis mengambil langkah sejalan dengan putusan Pengadilan HAM Eropa," ujarnya.
 
Ia menegaskan agar Presiden Perancis segera menghentikan pemantik masalah yang semakin meluas ini. "Presiden Perancis harusnya lebih bijak melihat bahwa umat muslim dunia terluka dengan penistaan kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.
 
Syarief Hasan juga berpesan kepada seluruh pemimpin di dunia untuk menjaga hak kelompok minoritas, khususnya hak beragama dan berkepercayaan.
 
"Rh mesolusi Dewan HAM PBB di Jenewa pada (26 Maret 2009) telaenegaskan agar setiap negara menjunjung tinggi hak setiap orang untuk menjalankan agama dan kepercayaannya dengan perasaan aman. Sehingga, negara-negara di dunia harus menjunjung tinggi resolusi tersebut," tutur dia.[]

Sumber: Antara

Arief Munandar

https://akurat.co