News

Syarief Hasan Sorot Kinerja BIN Tangani Pandemi Covid-19

Syarief Hasan mengapresiasi kerja-kerja kemanusiaan yang terus dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menggencarkan vaksinasi.


Syarief Hasan Sorot Kinerja BIN Tangani Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan saat membuka acara secara resmi Pegelaran Seni Budaya (PSB) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui penampilan tradisi Cianjuran 'Ngaos, Mamaos, Maenpo', di aula Gedung Kesenian Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020). (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan mengapresiasi kerja-kerja kemanusiaan yang terus dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menggencarkan vaksinasi di berbagai pelosok wilayah NKRI.

Syarief  menilai vaksinasi yang selama ini dilakukan BIN terbukti efektif, bahkan Indonesia menjadi salah negara dengan jumlah populasi tervaksin paling tinggi di dunia. Hal ini pada akhirnya berpengaruh terhadap tingkat infeksi Covid-19 yang melandai, kekebalan komunitas terbentuk.

“Saya memberikan atensi yang tinggi terhadap kinerja BIN dalam penanganan pandemi. Sebagai bencana nasional, sudah menjadi tugas semua komponen masyarakat dan lembaga negara untuk sinergi dalam penanganan pandemi. Tingkat infeksi yang melandai tentu harapan kita bersama. Dengan demikian, rakyat dapat kembali beraktivitas normal, kematian dan infeksi menurun drastis, serta perekonomian kembali bangkit,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini, Senin (8/11/2021).

Lebih lanjut politisi senior Partai Demokrat ini mendorong agar vaksinasi ini terus digencarkan. "Apa yang telah dilakukan BIN tentu sebuah hal yang sangat baik dan patut diappresiasi tinggi, namun kita jangan berpuas hati. Pandemi masih terus menjadi momok menakutkan," imbuhnya.

Berdasarkan angka statistik yang dirilis Lembaga Our World in Data (7/11), Indonesia masih menempati urutan ke-14 negara dengan kasus tercatat paling tinggi sebanyak 4,25 juta kasus dan 144 ribu kematian. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa pembentukan kekebalan komunitas melalui vaksinasi terencana dan masif masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara.

“Solusi paling kompherensif mengatasi pandemi adalah vaksinasi. Sepanjang kekebalan komunitas belum terbentuk, maka selama itu pula pandemi belum dapat dikatakan usai. Karena itu, pelaksanaan tes PCR hanyalah solusi sementara untuk mendiagnosa dan memitigasi penyebaran virus. Jika tes PCR ini dikenakan harga yang begitu mahal, jauh di atas harga keekonomiannya, maka itu sama saja dengan menyusahkan rakyat. Upaya mengambil untung tanpa nurani di masa pandemi ini tentu menohok rasa kemanusiaan. Saya kira ini harus juga menjadi atensi penegak hukum,” tegas Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Menurut Syarief, jika memang harga keekonomian tes PCR ini jauh lebih rendah ketimbang tarif yang selama ini dikenakan kepada rakyat, maka ada potensi skandal besar yang terjadi. Bahkan ini dapat disebut sebagai tragedi kemanusiaan. Pemerintah seharusnya tidak menutup mata dengan tarif tes PCR yang begitu mahal selama ini . Jika ini terus dibiarkan, sama saja pemerintah membiarkan kepentingan bisnis mengeruk untung yang tidak manusiawi di atas penderitaan rakyat.

“Saya mengharapkan dan meminta dengan tegas kepada pemerintah untuk serius audit tarif tes PCR ini selama, Jika memang ada skandal hukum yang terjadi atau azaz pemanfaatan situasi, maka tentu ini harus diusut tuntas dan dibuka kepada publik. Di tengah kesusahan rakyat sekarang ini, berdiam diri atas tarif tes PCR yang selama ini sangat mahal dan tidak masuk akal sama saja dengan mengeksploitasi rakyat. Jika memang pemerintah tidak kuasa menghentikan eksploitasi ini, sangat wajar rakyat bertanya: kemana pemerintah berpihak?” tutup Syarief.[TIM]