News

Syaiful Bahri Anshori: Nilai-nilai Kebudayaan Dapat Meminimalisir Dampak Buruk Era Informasi Digital

Syaiful Bahri Anshori meminta masyarakat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba digital.


Syaiful Bahri Anshori: Nilai-nilai Kebudayaan Dapat Meminimalisir Dampak Buruk Era Informasi Digital
Anggota Komisi I DPR RI, Syaiful Bahri Anshori

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI, Syaiful Bahri Anshori menilai era informasi digital seperti sekarang ini banyak sektor akan menerima dampak secara tidak langsung dan harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Syaiful menuturkan, pemerintah perlu mengantisipasi perkembangan zaman di era informasi digital dengan kebijakan yang komprehensif dan praktis. Sebab, ada dampak negatifnya.

"Ini perlu diantisipasi, tujuannya agar bangsa kita mampu meningkatkan daya saing sehingga menjadi bangsa yang kompetitif di masa datang," ungkap Syaiful, Kamis (22/4/2021).

Politisi PKB menambahkan, salah satu cara untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan era digital ialah dengan menjalankan nilai-nilai kebangsaan berbasis kebudayaan.

"Ini akan berpengaruh pada sektor keamanan dan kebudayan nasional, oleh karena itu nilai-nilai kebangsaan dan muatan lokal menjadi hal yang dapat meminimalisir dampak negatifnya," pungkasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kominfo Devie Rahmawati menyebutkan tantangan di dunia digital tidak dapat dipandang sederhana. Karena mampu menghilangkan nyawa manusia, misalnya akibat kekerasan fisik di dunia offline yang diawali oleh kekerasan di media online melalui fitur teks, video, foto, komentar, hingga livestreaming

“Menyadari bahwa teknologi digital bagaikan “madu dan racun”, maka Kominfo berkolaborasi dengan Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi)  dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, kemudian menyusun navigasi cakap digital melalui 4 modul yaitu (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etis Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital,” tambah Devie, TAM bidang komunikasi dan media massa.

“Melalui keempat modul ini diharapkan masyarakat menjadi makin cakap digital, dengan mengambil manfaat positif (madu) dari teknologi dan menjauhkan diri dari kerugian (racun) yang mungkin diperoleh akibat rendahnya kecakapan digital,” tutup Devie.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu