Ekonomi

Swiss Diharapkan Rayu Negara Uni Eropa untuk Buka Kembali Ekspor Sawit Indonesia

Swiss Diharapkan Rayu Negara Uni Eropa untuk Buka Kembali Ekspor Sawit Indonesia
Minyak Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditi yang menyebabkan pertumbuhan positif pada produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Papua (AKURAT.CO/Sudjarwo)

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kenz, guna mendiskusikan tindak lanjut dari hasil referendum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia-The European Free Trade Area (EFTA) yang digelar di Swiss pada Minggu, 7 Maret 2021 lalu.

Hasil perjanjian IE-CEPA ini pasalnya berpihak pada komoditas kelapa sawit asal Indonesia, dimana perjanjian ini merupakan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan EFTA yang beranggotakan Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.

Demer, sapaan akrab Gde Sumarjaya berharap Swiss bisa memberikan pemahaman kepada negara-negara Uni Eropa agar membuka kembali ekspor sawit Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Gde Sumarjaya pun berjanji industri sawit Indonesia akan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Sehingga ekspor kita bertambah. Kita tetap menjaga lingkungan kita dalam bertani sawit ini," ujar politisi dari Fraksi Golkar ini di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Turut hadir mendampingi, Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon.

Sementara itu Sondang berharap kerja sama ini IE-CEPA bisa menguntungkan tidak saja bagi Indonesia, namun juga bagi pihak Swiss.

“Menguntungkan kedua belah pihak, dalam hal ini kita berjuang bagaimana semua komoditi yang kita hasilkan, baik itu hasil pertanian, perkebunan, hasil pertambangan, itu bisa diterima seluruh masyarakat dunia,” harap Sondang politisi PDI-Perjuangan itu.

Perjanjian IE-CEPA mencakup perdagangan barang dan jasa, investasi, dan peningkatan kapasitas. Dengan perjanjian itu, produk Indonesia akan mendapatkan akses pasar berupa konsesi penghapusan dan pengurangan tarif sehingga akan lebih kompetitif ke pasar EFTA.

Sumber: DPR RI

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu