Olahraga

Susy: Piala Sudirman jangan Bikin "Down" di Thomas-Uber

Indonesia diharapkan bisa membalas kegagalan di Piala Sudirman 2021 dengan kemenangan di Piala Thomas-Uber 2021.


Susy: Piala Sudirman jangan Bikin
Indonesia berhasil keluar sebagai juara grup usai menyapu bersih laga kontra Mongolia (DOK.PBSI)

AKURAT.CO, Legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, berharap tim Indonesia tidak berlarut-larut dalam kegagalan di Piala Sudirman 2021 karena masih ada turnamen penting lain yang menanti di depan: Piala Thomas & Uber 2021.

Digelar di Aarhus, Denmark, 9-17 Oktober 2021, Thomas & Uber hanya berselisih lima hari saja dari Piala Sudirman yang memainkan partai final antara China dan Jepang hari ini, Minggu (3/10). Susy mengingatkan pemain untuk awas dengan kondisi kesehatan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Kita sebagai pemain tentunya harus siap menghadapi itu semua, lalu mensiasatinya adalah yang penting jaga kondisi, jaga kesehatannya,” kata Susy dalam program bincang dengan komentator Yuni Kartika yang disiarkan di saluran Youtube PB Djarum, Minggu (3/10).

baca juga:

“Lalu setelah itu untuk pertandingan berikutnya, atlet dan pengurus, dari manajer dan tim support juga memberikan peran yang penting juga untuk menyiapkan atlet-atletnya dengan kekalahan ini mereka jangan sampai down.”

Di Piala Sudirman yang digelar di Vantaa, Finlandia, pekan ini, Indonesia terhenti di perempat final. Berbekal keunggulan di atas kertas, Merah Putih–julukan tim Indonesia–tumbang di perempat final dengan kekalahan 3-2 dari Malaysia.

Susy juga berpesan bahwa peran pemain senior dalam kejuaraan beregu sangat penting untuk membentuk kesolidan tim. Apalagi, di Piala Thomas dan Uber nanti akan banyak pemain muda yang tergabung dalam tim.

“Untuk Thomas-Uber banyak sekali atlet-atlet muda, nah ini akan berbeda lagi ya, di Thomas-Uber Cup peran dari pemain senior, kapten masing-masing tim, itu yang sangat berpengaruh sekali terhadap kekuatan tim,” kata Susy.

“Kita harapkan, selama ini tim-tim Indonesia kan kalau secara beregu sebetulnya kita lebih kuat lagi, peran dari kapten dan senior bisa menambah motivasi lagi.”

Beban Indonesia di Piala Sudirman dan Thomas & Uber sebenarnya tidak jauh berbeda. Jika di Piala Sudirman Indonesia baru bisa meraih satu gelar pada edisi pertama di Jakarta tahun 1989, Merah Putih terakhir kali meraih Thomas pada 2004 dan Uber pada 1996.[]