News

Susur Sungai Berujung Maut di Ciamis, Atalia Praratya Beri Pernyataan Mengejutkan

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat Atalia Praratya ikut bersuara ihwal kegiatan susur sungai berujung maut.


Susur Sungai Berujung Maut di Ciamis, Atalia Praratya Beri Pernyataan Mengejutkan
Atalia Praratya Kamil saat ditemui di Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Center, Senayan. (AKURAT.CO/Rani Ayu Utami)

AKURAT.CO, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat Atalia Praratya ikut bersuara ihwal kegiatan susur sungai berujung maut. 11 murid Mts Harapan Baru Ciamis sebelumnya dikabarkan tewas karena terseret arus Sungai Cileueur, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, pada Jumat 15 Oktober 2021.

Atalia lewat akun Instagramnya @ataliapr membantah bahwa susur Sungai Cileueur merupakan bagian dari kegiatan Pramuka. Hal ini telah dipastikan setelah dirinya mendatangi langsung ke lokasi.

"Kami hadir ke lokasi musibah secara langsung (16 Oktober 2021) untuk memastikan kronologis kejadian yang saat itu masih simpang siur, termasuk takziah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam mewakili pemerintah, masyarakat, serta seluruh anggota gerakan pramuka Jawa barat kepada MTs Harapan Baru dan keluarga yang saat ini tengah berduka," kata Atalia Praratya dikutip dalam akun Instagram @ataliapr pada Minggu (17/10/2021).

Atalia mengatakan, MTs Harapan Baru tidak terdaftar sebagai Gugus Depan dan tidak menyelenggarakan Ekskul Pramuka.

"Kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggunya ini, murni diinisiasi oleh Pesantren dengan niat luhur untuk mendidik santriwan dan santriwati agar mencintai lingkungan yang salah satunya dilakukan dengan cara bersih-bersih sungai," tuturnya.

Sedangkan, pada poin ketiga, Atalia Praratya menuliskan, untuk kegiatan seperti ini, Pramuka sendiri memiliki pedoman dan manajemen risiko yang diatur dalam Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 277 Tahun 2007.

Pramuka, berdasarkan Surat Edaran Kwarnas, saat ini pun masih menunda segala bentuk kegiatan yang bersifat tatap muka yang menghadirkan banyak peserta seperti perkemahan, seminar, pelatihan, dan sebagainya, sampai waktu yang ditentukan kemudian.

"Bahkan, kegiatan seperti jambore pun saat ini masih dilakukan secara virtual," ucapnya.

Namun demikian, pada poin keempat, Atalia Praratya menyampaikan tentu kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Kami mendoakan agar kejadian ini tidak terulang kembali, para korban husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tulisnya.

"Sebagai bunda Jawa Barat saya menghimbau agar semua pihak, apapun lembaga, organisasi atau komunitas hendaknya selalu mengikuti pedoman keamanan, keselamatan dan memperhatikan manajemen resiko dalam setiap kegiatan, terutama jika melibatkan anak-anak," papar Atalia Praratya dalam poin terakhir unggahannya itu.[]

Lihat Sumber Artikel di Jabar News Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabar News. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabar News.