News

Susul Korut, Venezuela Hukum Warga Lakukan Kerja Paksa Jika Tak Pakai Masker


Susul Korut, Venezuela Hukum Warga Lakukan Kerja Paksa Jika Tak Pakai Masker
Tiga warga Torbes disuruh melakukan kerja paksa karena tidak memakai masker (The Sun)

AKURAT.CO, 

Menyusul Korea Utara (Korut), rezim sosialis Venezuela ternyata juga dilaporkan memberikan hukuman kerja paksa bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker.

Bukti penerapan hukuman kerja paksa di Venezuela ramai diunggah oleh para pengguna media sosial hingga media asing.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh dua surat kabar Inggris, The Sun serta Daily Mail misalnya, menunjukkan petugas Venezuela memaksa warga membersihkan jalanan.

Di video tersebut, tiga orang warga Venezuela yang mendapatkan hukuman bahkan terlihat sampai memacul selokan hingga tepi jalan yang dipenuhi rumput kering.

Sementara warga membersihkan jalanan dengan sekop, seorang petugas polisi terlihat mengawasi dengan ketat.

Kemudian, hal menarik lainnya adalah kertas yang terpasang di punggung salah satu warga yang dihukum. Menurut laporan The Sun, kertas itu berisi pernyataan penerimaan kerja paksa karena tidak memakai masker.

"Saya harus melakukan pengabdian masyarakat karena tidak menggunakan masker," bunyi tulisan di kertas tersebut.

Peristiwa kerja paksa ini sendiri dilaporkan berlangsung di Torbes, sebuah kotamadya di negara bagian barat Tachira.

Meski begitu, kerja paksa rupanya bukanlah satu-satunya bentuk hukuman bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Pasalnya, video lain yang dibocorkan oleh loyalis Presiden Nicolas Maduro juga menunjukkan hukuman lain, yaitu berupa push-up.

Rekaman video memang memperlihatkan tiga anak lelaki melakukan serangkaian push-up. Sementara, salah seorang petugas dengan maskernya tampak mengawasi dari depan.

Terkait dengan video ini, Daily Mail menyebut bahwa ketiga anak tersebut telah dihukum karena bermain bola basket selama karantina. Kejadian ini pun disebutkan terjadi di wilayah Tachira.

Sementara itu, petugas yang mengawasi ketiga anak tersebut dilaporkan adalah anggota Garda Nasional Venezuela.

Saat itu, petugas juga disebutkan memaksa anak-anak tersebut untuk melakukan kerja fisik militer sembari mengucapkan pesan jarak sosial.

"Saya tidak boleh di jalan. Tetap di rumah. Tetap di rumah!" ucap ketiga anak tersebut sembari terus melakukan push-up.

Namun, selain anjuran jarak sosial, ketiga anak ini juga dipaksa mengucapkan hal lain menyangkut keputusan Presiden Maduro.

"Garda Nasional memberlakukan keputusan presiden karena pandemi COVID-19," teriak ketiga anak tersebut.

Susul Korut, Venezuela Hukum Warga Lakukan Kerja Paksa Jika Tak Pakai Masker - Foto 1
The Sun

Terlepas dari bentuk hukuman, kedua video ini ternyata dirilis kurang lebih seminggu setelah anggota geng yang setia kepada Maduro merekam diri mereka sendiri menyiksa dua pria dengan tongkat baseball di Caracas.

Saat itu, geng loyalis Maduro mengaku melakukan kekerasan lantaran dua pria tersebut tidak memakai masker wajah.

Hingga Senin (10/8) hari ini, Venezuela tercatat telah melaporkan 25.805 kasus virus corona, berdasarkan situs Worldometer. Sedangkan jumlah kematian dikatakan telah mencapai 223 jiwa.

Meski kasus infeksi atau kematian di Venezuela tidak lebih besar dari Indonesia, tetapi Maduro diketahui telah memerintahkan tindakan penguncian keras sejak Maret lalu.

Meski begitu, sejumlah pihak tetap memprediksi bahwa jumlah total kasus di lapangan jauh lebih besar daripada yang dilaporkan rezim sosialis. Terlebih menurut laporan Daily Mail, sistem kesehatan Venezuela dinilai masih lemah.[]