Lifestyle

Susu Tidak Bisa Gantikan Pemenuhan Nutrisi Anak Susah Makan

Terus menerus memberi susu bagi anak yang tak mau makan, bukanlah sebuah jalan keluar.

Susu Tidak Bisa Gantikan Pemenuhan Nutrisi Anak Susah Makan
Ilustrasi anak minum susi (Shutterstock/Cromary)

AKURAT.CO, Terkadang anak mengalami susah makan, namun kerap mengkonsumsi susu formula. Ternyata, susu formula tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi pada anak.

Membeikan susu formula adalah cara tersering orang tua agar si buah hati mendapat asupan nutrisi pada tubuhnya.

Menurut Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia, Diana Felicia Suganda menegaskan bahwa susu tidak dapat menggantikan makanan utama.

baca juga:

Kata Dian, terus menerus memberi susu untuk si buah hati yang tidak mau makan, bukanlah jalan keluar yang tepat.

"Susu tidak menyelesaikan masalah pemenuhan nutrisi. Susu tidak bisa menggantikan makan, anak tetap butuh makanan utama," terang Diana saat ditemui di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (20/9/2022).

"Jika diberikan susu terus-menerus, akan memperpanjang masalah susah makan anak," tambahnya.

Menurut Diana, ada beberapa alasan anak-anak tidak mau makan dan memilih untuk terus mengkonsumsi susu.

"Anak-anak cenderung memilih yang mudah sehingga ketimbang harus makan, mereka memilih minum susu. Ya sudah daripada repot-repot mengunyah, makan kan repot harus mengunyah, anak malas. Makin begitu dia (anak) akan terbiasa (memilih yang mudah yakni hanya minum susu)," kata Dian.

Diana menyarankan, agar anak-anak mendapatkan asupan susu yang cukup atau tidak berlebihan demi terhindar dari obesitas, atau kemungkinan menjadi kurus.

Dikatakan Dian, susu hanyalah tambahan sementara dan apabila anak sudah mulai makan secara normal, maka jumlah asupan susu seharusnya semakin berkurang.

"Akhirnya kalau minum lebih dengan jumlah tadi misalnya anak di atas 2 tahun, sampai enam botol per hari satu botolnya 150 ml, 900 ml belum dari makanan akhirnya overweight," ucapnya

"Bisa juga kurus, karena apa yang masuk (susu) tidak sesuai dengan energi yang dikeluarkan untuk beraktifitas," sambungnya.

Baiknya, anak berusia 0-6 bulan yang sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) umumnya dengan jumlah 600-800 ml per hari. 

Kemudian, anak usia 6 bulan-1 tahun karena mereka sudah mulai memasuki masa MPASI, sehingga jumlah asupan susunya mulai berkurang menjadi 400-600 ml per hari.

"Usia 1-2 tahun semakin sedikit lagi karena anaknya sudah makin banyak makan, (kebutuhannya) 300-400 ml per hari. Anak usia 2 -3 tahun keatas makin turun lagi 200-300 ml, karena utamanya dari makanan," kata Diana yang menekankan pentingnya menyesuaikan pemberian susu dengan usia anak.[]