News

Suspek Covid-19 Tambah 262 Ribu dalam Sehari, Korut Genjot Produksi Obat hingga Anjurkan Teh Herbal

Tanpa program vaksinasi dan pengobatan Covid, Korea Utara menganjurkan berkumur dengan air garam, minum teh daun Lonicera japonica, dan teh daun willow.


Suspek Covid-19 Tambah 262 Ribu dalam Sehari, Korut Genjot Produksi Obat hingga Anjurkan Teh Herbal
Personel militer Korea Utara memasok obat-obatan kepada penduduk melalui sebuah apotek di Pyongyang pada Rabu (18/5). (Kyodo News)

AKURAT.CO, Tengah memerangi wabah Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, Korea Utara menggenjot produksi obat-obatan dan perlengkapan medis, termasuk alat sterilisasi, dan termometer. Tak hanya memberlakukan lockdown nasional, negara terisolasi ini juga meningkatkan produksi obat-obatan tradisional pereda demam dan rasa sakit, menurut laporan media pemerintah KCNA pada Kamis (19/5).

Dilansir dari Reuters, wabah menyebar setelah Pyongyang mengadakan parade militer besar-besaran pada 25 April. Gelombang Covid yang meluas tersebut pertama kali dikonfirmasi Korea Utara pekan lalu. Puncaknya diperkirakan terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni, menurut kantor berita Korea Selatan Newsis pada Rabu (18/5) yang mengutip anggota parlemen berdasarkan keterangan agen mata-mata Seoul.

Sementara itu, KCNA hanya melaporkan kalau gelombang demam yang tak diketahui asalnya dimulai pada akhir April.

baca juga:

Setidaknya 262.270 orang lagi melaporkan gejala demam, sedangkan 1 orang lainnya meninggal pada Rabu (18/5), berdasarkan data dari markas besar pencegahan epidemi darurat negara yang dipublikasikan KCNA. Namun, laporan tersebut tak membeberkan berapa banyak orang yang dites positif terkena virus.

Korea Utara sejauh ini melaporkan 1.978.230 orang bergejala demam dan 63 kematian. Negara itu juga memberlakukan protokol antivirus yang ketat.

Pabrik-pabrik memproduksi lebih banyak suntikan, obat-obatan, termometer, dan pasokan medis lainnya di ibu kota Pyongyang dan daerah sekitarnya dengan cara yang sangat cepat. Selain itu, lebih banyak bangsal isolasi dipasang dan disinfeksi diintensifkan di seluruh negeri.

"Ribuan ton garam segera diangkut ke Pyongyang untuk menghasilkan larutan antiseptik," bunyi laporan KCNA.

Tanpa program vaksinasi nasional dan pengobatan Covid, media pemerintah tersebut mendorong pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik serta pengobatan tradisional yang belum teruji, seperti berkumur dengan air garam, minum teh daun Lonicera japonica, atau teh daun willow. TV pemerintah Korea Utara juga merekomendasikan pemakaian masker ganda di luar ruangan.

Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menawarkan untuk membantu Korea Utara dalam memerangi virus, termasuk mengirim bantuan. Namun, keduanya belum menerima tanggapan, menurut wakil penasihat keamanan nasional Seoul pada Rabu (18/5).

Meski begitu, 3 pesawat Air Koryo Korea Utara tiba di China dan kembali ke Pyongyang pada Senin (16/5) dengan membawa pasokan medis, menurut sumber diplomatik yang enggan disebutkan namanya. []