Olahraga

Susahnya Kontingen Indonesia Mendapatkan Makanan Halal di Vietnam

Pengelola hotel di Vietnam bingung membedakan soal makanan halal dan tidak halal.


Susahnya Kontingen Indonesia Mendapatkan Makanan Halal di Vietnam
Pengendara sepeda melintasi baliho SEA Games 2021 Vietnam di Kota Bac Ninh, Vietnam, Minggu (8/5). (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Datang dari negara dengan mayoritas muslim membuat Kontingen Indonesia harus menghadapi persoalan “makanan” di SEA Games Hanoi 2021. Pasalnya, mereka sempat kesulitan mendapatkan makanan halal yang boleh dimakan muslim di Vietnam.

Manajer Tim Tarung Bebas Indonesia, Neneng Nurosi Nurasjati, merupakan salah seorang wakil Indonesia yang mengeluhkan soal halal dan tidak halal ini. Pasalnya, di hotel tempat ia menginap, pengelola tidak memisahkan makanan halal dan tidak halal.

“Baru dua hari lalu ada space untuk muslim, tapi itu pun hanya sedikit dan seperti tidak ada pilihan,” kata Rossi di Hanoi, Vietnam, sebagaimana dipetik dari Antara, Sabtu (14/5).

baca juga:

Vietnam sendiri adalah negara berhaluan komunis yang mayoritas masyarakatnya menganut agama tradisional, tanpa agama, dan Buddha. Namun demikian, dua tahun lalu ketika SEA Games dihelat di Filipina yang mayoritas beragama Katolik, penyelenggara masih membedakan jatah makanan halal dan tidak halal.

Akibatnya, kata Neneng, timnya hanya memakan makanan yang sekiranya masih dalam kategori halal seperti buah-buahan, salad, dan telor rebus.

“Saya juga selektif buat (makanan) yang digoreng-goreng, masih tanya ini pakai minyak babi atau enggak,” kata Neneng. “Tapi kebetulan saya juga bawa makanan dari Indonesia, bawa abon, itu saja.”

Di sisi lain, Neneng mengatakan soal makanan tersebut tidak memengaruhi penampilan atletnya. Selain karena sebagian atletnya yang beragama nasrani masih bisa memakan makanan yang tersedia, juga karena pola makanan yang terjaga sebelum pertandingan.

“Sama sekali tidak mengganggu, kebetulan yang nasrani juga banyak. Selain itu, mereka juga tidak bisa banyak makan karena kondisi setiap hari itu harus timbang berat badan,” kata Neneng.

Adapun Wakil Federasi Futsal Indonesia, Iin Nurindra, mengatakan bahwa tim Malaysia sudah mengajukan keluhan terhadap hal ini. Kebetulan, tim futsal menginap di Ha Nam yang berjarak satu jam dari Hanoi.

“Malaysia komplain, besoknya dipisah, sehari masih ada meja terpisah walaupun menunya jadi minoritas, misalnya Cuma bakmi goring, nasi sama ayam goreng,” kata Iin.

“Mungkin mereka agak bingung, halal itu bagaimana, agak susah ya kalau bercerita halal sebenarnya, akhirnya kita bilang, pokoknya ayam, jangan pork (daging babi).”[]