Ekonomi

Survei: Rapor Publikasi Kinerja OJK Raih Nilai 78/100

Riset Indonesia Indicator pada 2020, isu berat yang menimpa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah perkembangan isu kasus Asuransi Jiwasraya.


Survei: Rapor Publikasi Kinerja OJK Raih Nilai 78/100
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (Luqman Hakim Naba)

AKURAT.CO Menurut hasil riset Indonesia Indicator pada 2020, isu berat yang menimpa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah perkembangan isu kasus Asuransi Jiwasraya.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang mengatakan, isu Jiwasraya menguat dikarenakan ada pejabat OJK yang terbukti ikut terlibat dan diduga mengetahui adanya penyimpangan atas transaksi milik Jiwasraya.

Selain itu, beberapa isu negatif lainnya yang menerpa OJK pada awal 2020 lalu yakni isu pembubaran OJK.

"PR OJK memang adalah masalah Jiwasraya, dan kemudian berlanjut sampai dengan isu pembubaran OJK," katanya saat konfrensi pers, di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Meski demikian, katanya, secara keseluruhan Indonesia Indicator menunjukkan isu paling besar di tahun 2020 terkait restrukturisasi kredit dan pemulihan ekonomi di mana pemberitaan lebih ke arah positif.

"Hal ini cukup positif di tengah pandemi tapi OJK berusaha menyampaikan apa yang dilakukannya. Di mana ini meyakinkan masyarakat di tengah pandemi," katanya.

Tika sendiri mencatat sepanjang OJK telah menerima publikasi berita sebesar 93.239 pemberitaan media online. Pemberitaan di tengah pandemi COVID-19 tersebut dilakukan oleh 2.289 media online yang tercatat sepanjang Januari hingga Desember 2020.

Tika menambahkan, rapor untuk pemberitaan OJK secara keseluruhan dinilai cukup baik yakni 78 dari 100. Artinya, lebih banyak isu yang diframing positif dan netral daripada negatif.

"Framing berita positif dan netral masih lebih besar dibandingkan yang negatif. Walaupun isu negatif sepanjang 2020 cukup banyak juga tapi framing cukup positif mendominasi," ujar Tika. []