News

Survei Membuktikan Elektabilitas NasDem Turun Usai Dukung Anies Baswedan

“Anjloknya dukungan terhadap NasDem berbanding terbalik dengan kenaikan elektabilitas partai-partai nasionalis lainnya,”


Survei Membuktikan Elektabilitas NasDem Turun Usai Dukung Anies Baswedan
Anies Baswedan dan Surya Paloh (Istimewa)

AKURAT.CO, Lembaga Survei Center for Political Communication Studies (CPCS) merekam hasil elektabilitas Partai NasDem yang menurun akibat mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Pemilu 2024 mendatang. 

Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta menyatakan elektabilitas Partai NasDem turun menjadi 2,1 persen. Padahal dalam gelaran survei sebelumnya, NasDem disebut memiliki elektabilitas mencapai 4,0 persen. 

"Keputusan mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden membuat NasDem ditinggal oleh sebagian pemilih nasionalis," kata Tri Okta dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (6/8/2022). 

baca juga:

Okta menuturkan, menurunnya elektabilitas Partai NasDem diiringi dengan meningkatnya elektabilitas Partai Nasional, seperti PDI-Perjuangan. 

Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tetap unggul pada peringkat satu dan mengalami kenaikan elektabilitas dari 18,1 persen pada bulan April menjadi 19,5 persen pada survei teranyar kali ini. 

Sementara kenaikan elektabilitas yang paling menonjol pada Partai Gerindra. Berdasarkan hasil survei, Gerindra kini memiliki elektabilitas sebesar 13,2 persen, sementara elektabilitas Partai Golkar mencapai 8,8 persen.

“Anjloknya dukungan terhadap NasDem berbanding terbalik dengan kenaikan elektabilitas partai-partai nasionalis lainnya,” tukas dia.

Sebagai informasi, Survei CPCS dilakukan pada 22-27 Juli 2022 dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, DPP Partai NasDem resmi mengusung tiga nama bakal calon presiden untuk Pemilu 2024. Adapun ketiga figur yang dimaksud Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. []