Ekonomi

Survei MarkPlus Membuktikan: Tokopedia Paling Mendukung Produk Lokal

Survei MarkPlus Membuktikan: Tokopedia Paling Mendukung Produk Lokal
Pemaparan hasil riset MarkPlus yang disampaikan pada kegiatan virtual “MarkPlus Insight: Peran E-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi” pada Kamis, 14 Oktober 2021. (Tangkapan Layar MarkPlus)

AKURAT.CO, Kemudahan berbelanja konsumen melalui kanal e-commerce terbukti ampuh dapat terus mendukung tendensi kenaikan minat masyarakat terhadap produk atau merek lokal. Tokopedia sebagai salah satu marketplace terbesar di Tanah Air dinobatkan sebagai platform yang paling mendukung produk lokal.

Demikian terungkap dalam paparan hasil riset MarkPlus yang disampaikan pada kegiatan virtual “MarkPlus Insight: Peran E-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi” pada Kamis (14/10/2021).

Rhesa Dwi Prabowo, Head of High-Tech, Property & Consumer Goods MarkPlus, Inc sekaligus peneliti dalam riset ini mengatakan, sebagai platform yang paling mendukung produk lokal didasarkan pada ragam program Tokopedia yang dinilai menguntungkan pelanggan.

baca juga:

“Peranan e-commerce ini dinilai penting sebagai penyedia kemudahan berbelanja bagi para konsumen saat ini,” katanya.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa 51% responden memilih Tokopedia sebagai e-commerce yang paling diminati untuk membeli produk lokal, diikuti Shopee (40,8%), Lazada (4%), Bukalapak (3,4%), JD.ID (0,4%), dan Blibli (0,4%).

Lebih jauh Rhesa memaparkan, persentase pembagian alasan responden dalam memilih Tokopedia didasarkan pada ragam program yang dinilai menguntungkan pelanggan, seperti diskon untuk produk lokal (75,7%) serta sering digelarnya program yang menampilkan berbagai produk lokal (42,7%).

(DOK/MarkPlus)

Sedangkan pada e-commerce Shopee yang menjadi pilihan konsumen karena banyaknya ulasan positif pada toko produk lokal (53,4%). Sementara itu, platform e-commerce lainnya tidak disebutkan karena jumlah responden yang memilih kurang dari 30.

Hasil survei ini juga menunjukkan sejumlah alasan responden memilih platform e-commerce yang dinilai paling mendukung pertumbuhan produk lokal/UMKM. Tokopedia menjadi pilihan utama karena menyediakan kategori khusus toko UMKM pilihan pada e- commerce tersebut (65%) dan banyak mempromosikan produk lokal di berbagai program promosinya (48,6%).

Sementara Lazada dipilih karena berdasarkan pengetahuan responden. Platform tersebut menyediakan dukungan secara keuangan dalam bentuk kredit/bantuan modal (42,1%) diikuti Shopee (33,9%). Namun yang perlu menjadi keterangan, untuk Lazada & platform E-commerce lainnya hanya dipilih kurang dari 30 responden.

Data lain yang ditemukan dari survei ini, terdapat lima produk lokal favorit konsumen e-commerce Indonesia, yaitu fesyen (63,8%), makanan & minuman (49,4%), produk rumah tangga (48,2%), mainan & hobi (40,6%), serta produk ibu & bayi (36,2%).

Rhesa menambahkan, survei melalui penelitian kualitatif dengan kuesioner terstruktur ini mengungkap terdapat peningkatan penjualan produk lokal di kanal online secara signifikan. Meski terdapat angka kenaikan yang fantastis, hanya 18% UMKM di Indonesia yang sudah beradaptasi dengan platform penjualan digital.

“Kecenderungan konsumen membeli produk lokal makin meninggi didorong beberapa faktor, di antaranya selama pandemi, pemasaran online menjadi fokus bagi para pelaku usaha produk lokal menggencarkan pemasaran dan mempromosikan produk di media sosial dan e- commerce, mengikuti berbagai program e-commerce, serta membuat berbagai konten yang menarik,” ungkap Rhesa terkait ketertarikan khalayak terhadap merek lokal.

Di tengah maraknya globalisasi, persaingan dagang merek lokal dengan merek global kian kompetitif. Tak ayal, kemudahan bertransaksi digital saat ini juga menjadi pendorong mudahnya konsumen berbelanja tanpa melihat batasan ruang dan waktu.

“Selain itu, pelaku usaha juga selalu berinovasi terhadap produknya dengan melakukan pembaharuan model, desain, variasi produk, serta mulai menjual produk yang dibutuhkan saat pandemi seperti masker. Pelaku usaha juga kerap membuat promo, menawarkan sample produk mereka kepada pembeli, bahkan garansi,” lanjut Rhesa.

Tubagus Fikri Chikara Satari, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM yang juga menjadi nara sumber acara ini menyatakan, dari sudut pandang pemerintah, dukungan yang dilakukan oleh e-commerce untuk pengembangan produk lokal adalah melalui pelatihan & pendampingan serta edukasi terhadap produk lokal. “Target pemerintah pada tahun 2040, yaitu 30 juta UKM akan onboarding untuk digitalisasi,” ungkapnya.

Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kemenkop UKM dengan menggelar beragam program kemitraan dan pendampingan yang melibatkan universitas, asosiasi, online delivery platform, serta jejaring ritel termasuk e-commerce.

“Strategi kita mengkonsolidasi usaha mikro ini adalah dengan mendorong UKM dan juga industri usaha besar agar menjadi mitra, konsolidator, dan aggregator,” ujar Fiki.

Hal senada diungkapkan tokoh Asosiasi E-commerce Indonesia Ignatius Untung. Dia mengatakan bahwa sebenarnya semua e-commerce sudah memiliki section khusus yang isinya produk lokal.

“Tapi kalau saya lihat, e-commerce lokal seperti Tokopedia benar-benar punya inisiatif yang baik untuk mendorong perkembangan produk-produk lokal. Bisa dilihat bahwa setidaknya di platform tersebut semua penjualnya dari Indonesia, tidak ada yang dari luar,” ujar Ignatius selaku Dewan Pakar idEA pada sesi interview dengan MarkPlus.

Ayu Purnamasari selaku Owner Dakara Indonesia yang turut hadir memaparkan sudut pandangnya selaku pegiat usaha lokal di bidang fesyen. Meniti usahanya sejak 2017, inisiatif Ayu menggunakan platform digital sebagai sarana penjualan dimulai sejak pandemi Covid-19.

Setelah omzetnya sempat anjlok hingga 100%, Ayu berusaha untuk mampu kembali meningkatkan omzet dengan memanfaatkan beragam fitur dan program yang dihadirkan platform e- commerce.

“Akhirnya ketika semua toko offline kami tutup, saya berinisiatif membuka toko di marketplace. E-commerce sangat membantu saya untuk berjualan online karena mereka punya banyak campaign dan program yang menguntungkan baik bagi penjual maupun pembeli,” imbuhnya. []