News

Survei LSJ: Generasi Digital Nilai Pemerintah Lamban Atasi Kelangkaan Migor

Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis hasil survei yang menilai kepuasan generasi digital natives soal respon pemerintah mengatasi kelangkaan minyak goreng.


Survei LSJ: Generasi Digital Nilai Pemerintah Lamban Atasi Kelangkaan Migor
Indomaret di Jalan Menteri Supeno mengalami kekosongan usai minyak goreng kemasan diserbu pembeli, Kamis (17/3/2022) ( AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis hasil survei yang menilai kepuasan generasi digital natives soal respon pemerintah dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng (migor). 

Hasilnya, sekitar 41,2 persen responden mengatakan, kinerja pemerintahan lambat dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng. 

Namun, hanya 30,1 persen responden yang menilai ketanggapan pemerintah cepat dalam mengatasi masalah ini, sementara sisanya menjawab biasa saja. 

baca juga:

"Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi ini tidak diimbangi dengan kinerja para menterinya, khususnya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang dinilai lambat dalam menangani persoalan krisis minyak goreng," kata Peneliti Senior LSJ Fetra Ardianto dalam keterangannya, pada Jumat (20/5/2022). 

Di lain kesempatan, tingkat kepuasan para generasi peselancar internet itu selaras dengan kondisi ekonomi nasional saat ini yang dalam kondisi tidak baik-baik saja. 

"Begitu juga dengan masalah perekonomian nasional, mayoritas responden sebanyak 35,0 persen mengatakan kondisi ekonomi nasional saat ini kurang baik, hal ini berkorelasi dengan kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi beberapa minggu yang lalu," ungkap Fetra. 

Sebagai informasi, generasi digital natives adalah generasi yang lahir berdampingan dengan teknologi informasi atau boleh dikatakan generasi di bawah usia 35 tahun. 

"Mereka adalah orang-orang yang sangat aktif berselancar di internet mencari berbagai informasi (mengenai penanganan korupsi di Indonesia)," ucap Fetra. 

Adapun, Survei LSJ kali ini dilaksanakan pada 15-28 April 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Proses penarikan sampel dilakukan secara purposif dengan klasifikasi berdasarkan usia 15-34 tahun (generasi digital natives).  

Proses penentuan jumlah responden menggunakan metode lemeshow, diperoleh 1.225 sampel dengan margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut tingkat kepuasan generasi digital natives  terhadap respon pemerintah terhadap kelangkaan minyak goreng berdasarkan survei LSJ: 

Cepat: 30,1 persen

Cukup: 28,7 persen

Lambat: 41,3 persen

Di samping itu, berikut pula tingkat kepuasan generasi digital natives terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini, menurut survei LSJ:

Baik: 34,3 persen

Sedang: 30,7 persen

Tidak Baik: 35 persen. []