News

Survei IPO: 24 Persen Masyarakat Yakin Pengadaan Vaksin Covid-19 Bebas Korupsi

Survei IPO: 24 Persen Masyarakat Yakin Pengadaan Vaksin Covid-19 Bebas Korupsi


Survei IPO: 24 Persen Masyarakat Yakin Pengadaan Vaksin Covid-19 Bebas Korupsi
Petugas kesehatan bersiap melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap warga lanjut usia di Vihara Hemadhiro Mettavati, Jakarta, Rabu (31/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Hasil survei dari lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan bahwa 68 persen responden menyatakan menerima kebijakan vaksinasi karena menilai dari tingkat keandalan vaksin. 

Kendati demikian, pada pertanyaan mengenai persepsi masyarakat terhadap vaksin yang bebas korupsi, justru hasil yang didapat rendah. 

"Bebas korupsinya hanya diyakini 24 persen. Jadi ini vaksin bagus begitu, tetapi hanya 24 persen masyarakat yang menyatakan bahwa vaksin ini akan berjalan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/4/2021). 

Sementara itu, lanjut Dedi, sebanyak 49 persen responden menyatakan kebijakan vaksin akan menjadi celah adanya tindak pidana korupsi.

Lebih lanjut dia menggambarkan, tingkat kepercayaan masyarakat bahwa vaksinasi akan dilakukan terhadap 180 juta penduduk masih rendah. 

"Dari tabulasi yang dilakukan memang sangat tinggi sekali 73 persen responden menerima kebijakan vaksin, tapi kan hanya 24 persen yang menyatakan vaksin ini akan berjalan sesuai. Misalnya, vaksin ini kan 180 juta penduduk. Itu masyarakat yang percaya betul-betul turun ke masyarakat seangka itu hanya 24 persen," ungkapnya. 

Selain itu, Dedi juga menjabarkan bahwa penilaian masyarakat yang tinggi terhadap kebijakan vaksinasi juga didapat dari berbagai faktor, di antaranya pemberitaan media, imbauan pemerintah, dan tokoh agama. 

Ia mengatakan, masyarakat yang yakin dengan vaksin karena pemberitaan media sebanyak 39 persen, kemudian karena imbauan pemerintah 55 persen, dan 26 persen karena mengikuti tokoh agama. 

"Dengan asumsi tersebut, 71 persen responden menyatakan bersedia divaksin Covid-19," ujarnya. 

Meski demikian, Dedi menuturkan bahwa 73 persen masyarakat menyatakan kebijakan pemerintah terkait vaksinasi Covid-19 sudah tepat. 

"73 persen itu masyarakat memang menyatakan tepat ya terkait pelaksanaan vaksinasi. Ini penilaian responden terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan persepsi yang melingkupinya. Artinya ini sangat dominan begitu," terangnya. 

Dari 73 persen tersebut, kata Dedi, didapatkan hasil bahwa responden yang menilai percaya terhadap tingkat keamanan vaksin sebanyak 71 persen. 

Diketagui, Survei IPO melibatkan 1.200 responden pada periode 10-22 Maret 2021.
Metode survei yang dipakai ialah multistage random sampling atau teknik pengambilan sampel bertingkat. 

Survei ini mengambil representasi sample sejumlah 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu