News

Survei Integritas KPK 2021 Libatkan 200 Ribu Responden

Survei penilaian integritas sudah dilakukan lembaga anti rasuah sejak tahun 2007 sebagai bagian dari kegiatan pencegahan korupsi


Survei Integritas KPK 2021 Libatkan 200 Ribu Responden
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melaksanakan survei penilaian integritas (SPI). SPI KPK tahun ini menargetkan 200 ribu orang sebagai responden yang akan mengisi kuesioner.

"SPI 2021 dilakukan secara massif pada 542 pemerintah daerah dan 95 kementerian/lembaga dengan metode e-SPI (online survei)," kata Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (26/9/2021).

SPI sudah dilakukan sejak tahun 2007 dengan berbagai perbaikan dan pengembangan. SPI menjadi program prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024 terkait indikator strategi penguatan implementasi strategi nasional pencegahan korupsi. 

Selain itu, SPI juga menjadi rujukan pada penilaian reformasi birokrasi dari Kemenpan RB untuk indikator pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi kolusi dan nepotisme.

"Dalam pelaksanaan tahun ini, KPK menunjuk PT MarkPlus, Inc. sebagai pihak ketiga untuk melakukan pengumpulan data dalam bentuk survei secara daring dan observasi lapangan," kata Ipi.

Mengingat pentingnya hasil survei, lanjut Ipi, KPK akan menghubungi beberapa pihak yang akan menjadi responden yang terdiri dari pihak internal kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dan pihak eksternal.

Pihak eksternal yang menjadi responden survei adalah pengguna layanan publik dan mitra kerja sama. Selain itu, survei ini juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan lain yang memiliki kompetensi dan informasi yang memadai mengenai instansi kementerian, lembaga dan pemerintah daerah. 

Rangkaian kegiatan SPI berlangsung sejak Agustus hingga bulan Oktober 2021. Pihak MarkPlus akan menghubungi calon responden melalui whatsapp blast dan email blast dengan melampirkan surat resmi pengantar dari KPK. 

"Melakukan survei di masa pandemi merupakan tantangan tersendiri, oleh karena itu kami berharap publik yang dihubungi untuk menjadi responden survei ini bisa berpartisipasi sebagai wujud kepedulian untuk ikut menciptakan layanan publik yang bersih dan bebas dari korupsi," demikian kata Ipi.[]