News

Survei Indikator: 65 Persen Masyarakat Anggap Ekonomi Indonesia Buruk Akibat Pandemi Covid-19

Survei Indikator mengungkap persepsi negatif masyarakat terhadap upaya menekan kasus Covid-19 di Tanah Air.


Survei Indikator: 65 Persen Masyarakat Anggap Ekonomi Indonesia Buruk Akibat Pandemi Covid-19
Direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi usai menghadiri sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/7/2019). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Survei Indikator mengungkap persepsi negatif masyarakat  terhadap upaya menekan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan hasil surveinya, ada 65 persen responden menyatakan kondisi ekonomi saat ini sangat buruk. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi.

Survei itu memotret persepsi publik terhadap mitigasi pemerintah terhadap penanganan Covid-19. Survei bertajuk Mitigasi Dampak Covid-19: Tarik Menarik Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan itu menemukan masih tingginya persepsi negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional di masa pandemi ini.

"Apa persepsi publik? Per September 2020 mereka yang mengatakan ekonomi buruk itu sebanyak 65 persen. Sangat besar. Ini kondisi ekonomi terburuk sejak 2004. Yang mengatakan buruk itu naik tajam," katanya dalam konferensi pers, Minggu (18/10/2029).

Meskipun terbilang masih sangat tinggi, tetapi ada tren penurunan bila dibandingkan dengan persepsi publik pada bulan Mei. Di mana, saat itu  masyarakat yang menilai kondisi ekonomi semakin buruk jauh melambung diatas 70 persen.

"Tapi mulai akhir Mei dan Juni mulai ada penurunann persepsi publik sebagai dampak dari PSBB ketat yang menyebabkan melandainya kasus Covid-19," katanya.

Dia menambahkan, meskipun persepsi publik yang buruk terhadap kondisi ekonomi masih tinggi, kepercayaan terhadap presiden Jokowi ternyata tak terpengaruh. Jokowi, kata dia, masih dipercaya oleh 68,7 persen responden. 

"Artinya kalau kita cek, pengakuan responden. Pandemi Covid-19 tidak mampu menurunkan kepuasan publik terhadap kinerja presiden," ujarnya

Dari sisi wilayah, responden yang mengatakan ekonomi Indonesia sangat buruk berasal dari Jakarta. Hal itu tentu dapat dimaklumi sebab Jakarta menjadi wilayah dengan dampak ekonomi yang terbesar akibat pandemi dan kebijakan pembatasan yang ketat.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu