News

Survei Charta Politika: 82 Persen Publik Setuju Pemilu Berlangsung di 2024

Survei Charta Politika: 82 Persen Publik Setuju Pemilu Berlangsung di 2024
Ilustrasi - Pemilu (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan bahwa mayoritas masyarakat menginginkan pemilu diadakan sesuai waktunya pada 2024 mendatang.

Pria yang akrab disapa Mas Toto ini menjelaskan bahwa tingkat persetujuan publik terkait pelaksanaan pemilu tahun 2024 mencapai angka 82,7 persen, sementara yang tidak setuju mencapai 15,8 persen, dan 13,3 persen tidak menjawab.

"82,7 persen kita hanya tanyakan kepada kepada yang sudah mengetahui (adanya pemilu di tahun 2024). Artinya energi dari masyarakat untuk mengikuti pemilu ini cukup besar, karena persetujuan terkait pemilu tahun 2024 ini cukup besar,"kata Toto dalam Rilis Survei Nasional, yang ditayangkan langsung melalui channel YouTube Charta Politika Indonesia,pada Senin (25/4/2022).

baca juga:

Toto menjelaskan jika banyak alasan masyarakat yang menyatakan setuju jika pemilu harus dilakukan kurang lebih dua tahun yang akan datang.

"Banyak sekali tentu alasan di sini, ada yang mengatakan ini pesta demokrasi, tingkat konsumsi akan meningkat, ada proses bagi-bagi secara pragmatis yang menguntungkan masyarakat juga," ujarnya.

"Tapi secara umum kita kompilasikan secara kuantitatif, 82,7 persen menyatakan setuju," sambungnya.

Namun jika melihat data terakhir pada Februari 2022, penolakan terkait usulan penundaan pemilu cenderung mengalami kenaikan dari 72,9 persen menjadi 74,2 persen. 

"Saya pikir mereka akan menghadapi tembok besar terkait persepsi publik, karena yang setuju (menunjukkan hasil yang) stagnan di 16,3 persen (pada Februari 2022), dan 19,8 persen (pada April 2022)," pungkasnya.

Survei Charta Politika kali ini dilaksanakan pada 10-17 April 2022 terhadap 1.220 responden. Wawancara dilakukan dengan tetap muka langsung menggunakan metode survei penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Survei memiliki margin of error plus minus 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[]