News

Survei Capres 2024 Indostrategic: Prabowo Ditempel Ketat Anies

Elektabilitas Prabowo 17,5% sementara Anies 17.0%


Survei Capres 2024 Indostrategic: Prabowo Ditempel Ketat Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan). Foto: Antara/Wahyu Putro A ()

AKURAT.CO, Elektablitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi teratas dalam survei calon presiden yang dilakukan Indostrategic. Dari simulasi sejumlah nama, Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meraih 17,5%.

"Nama pak Prabowo teratas," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam konferensi pers virtual, Selasa (3/8/2021).

Survei digelar pada 23 Maret-1 Juni 2021 melalui wawancara tatap muka. Jumlah sampel sebanyak 2.400 responden yang tersebar di 34 provinsi dengan menggunakan asumsi multi-stage random sampling, angka margin of error +/-2%.

Umam mengatakan elektabilitas cukup tinggi bisa jadi modal bagi Prabowo untuk maju capres 2024. Ia mengatakan elektabilitas Prabowo cukup konsisten menempati posisi atas meskipun sempat ada kekhawatiran dan perspektif lain dari pendukungnya karena bergabung ke pemerintah. 

"Besar kemungkinan salah satu faktor yang mempengaruhi adalah post election effect. Bagaimanapun juga Pak Prabowo sudah berinvestasi selama tiga kali pilpres sehingga menempatkan nama beliau terhadap memori politik publik," tutur Umam.

Posisi kedua ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Survei memotret elektabilitas Anies tidak jauh beda dengan Prabowo, yakni 17,0 %. Terkait ini, Umam membaca posisi Prabowo belum cukup aman untuk menjadi capres potensial 2024. 

"Anies nempel ketat. Secara statistik tidak ada perbedaan 17,5 persen dengan 17,0 persen. Nah besar kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh besarnya media covered dari peran yang bersangkutan dari proses penanganan masa pandemi covid-19,” ujarnya. 

Posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 8,1%. Umam mengatakan basis pemilih Jawa relatif memberikan dukungan kepada Ganjar.

"Mulai dari Banten, Jabar tidak terlalu tinggi, tapi ketika masuk ke Jawa Tengah, Yogja dan Jatim nama Ganjar relatif terjaga," ujarnya.