Lifestyle

Survei: Anak Sering Main Ponsel Pintar Bisa Kurang Bahagia

Kehadiran komputer, ponsel pintar atau smartphone, tablet dan internet membuat tantangan tersendiri bagi orang tua.

Survei: Anak Sering Main Ponsel Pintar Bisa Kurang Bahagia
Ilustrasi bermain ponsel (pixabay.com/difisher)

AKURAT.CO, Era digital membuat orang tua harus ekstra hati-hati dalam mengasuh anak-anak mereka.

Kehadiran komputer, ponsel pintar atau smartphone, tablet dan internet membuat tantangan tersendiri bagi orang tua.

Di masa kini banyak anak cenderung apatis dan asosial. Mereka terjebak dengan gawai dalam kehidupan mereka. Interaksi sesama anak pun sangat terbatas. 

baca juga:

Bahkan anak-anak yang secara berlebihan menggunakan ponsel pintar cenderung tak bahagia, menurut sebuah studi yang mengeksplorasi hubungan antara kepuasan hidup bagi remaja yang sering bermain ponsel.

Dilansir dari laman The Health Site, Keith Campbell dari University of Georgia, meneliti data dari studi longitudinal Pemantauan Masa Depan (MtF), yang telah melakukan sebuah survei perwakilan nasional terhadap lebih dari satu juta siswa kelas 8, 10, dan 12 di Amerika Serikat.

Survei tersebut mengajukan pertanyaan tentang seberapa sering mereka menghabiskan waktu untuk menggunakan ponsel pintar, tablet dan komputer mereka. 

Selain itu, dalam penelitian ini ada juga pertanyaan tentang interaksi sosial dan keseluruhan kebahagiaan mereka.

Rata-rata, remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar ponsel pintar, bermain game komputer, menggunakan media sosial, SMS dan obrolan video, kurang bahagia. 

Hal ini dibandingkan dengan mereka yang menginvestasikan lebih banyak waktu dalam aktivitas non-layar seperti olahraga dan interaksi sosial tatap muka.

Profesor psikologi Jean M. Twenge dari San Diego State University menanggapi bahwa memang waktu yang dihabiskan renaja untuk menatap layar ini membuat ketidakbahagiaan.

"Meskipun penelitian ini tidak dapat menunjukkan sebab akibat, beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan media sosial lebih banyak menyebabkan ketidakbahagiaan, namun ketidakbahagiaan tidak menyebabkan penggunaan media sosial yang lebih banyak," ujar Twenge beberapa waktu lalu

Remaja paling bahagia, menurut Twenge, menggunakan media digital kurang dari satu jam per hari. Dan ketidakbahagiaan meningkat dengan mantap seiring dengan meningkatnya menatap layar.

"Berpikirlah untuk menghabiskan tidak lebih dari dua jam sehari di media digital, dan cobalah untuk meningkatkan jumlah waktu yang Anda habiskan untuk bertemu teman-teman secara langsung dan berolahraga, dua aktivitas yang dapat diandalkan terkait dengan kebahagiaan yang lebih besar," pungkas Twenge.[]