Lifestyle

Surcharge Pesawat Naik, Bagaimana Harga Tiket Jakarta-Bali ?

Kemenhub menaikan surcharge sesuai KM 142 Tahun 2022, bagaimana harga tiket Jakarta-Bali?

Surcharge Pesawat Naik, Bagaimana Harga Tiket Jakarta-Bali ?
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (7/12/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan KM 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge), yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar /Fuel Surcharge Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, berlaku sejak 4 Agustus 2022.

Secara rinci berdasarkan keputusan menteri tersebut, besaran surcharge untuk pesawat udara jenis jet paling tinggi 15% dari tarif batas atas (TBA) sesuai kelompok pelayanan masing-masing maskapai. 

Sedangkan pesawat udara jenis propeller / pesawat baling-baling paling tinggi 25% dari TBA sesuai kelompok pelayanan masing-masing maskapai. 

baca juga:

Penerapan pengenaan biaya tambahan bersifat opsional bagi maskapai, dan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara melakukan evaluasi penerapan biaya tambahan sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) bulan. 

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono juga menyampaikan bahwa Kemenhub perlu menetapkan kebijakan surcharge, agar maskapai mempunyai pedoman dalam menerapkan tarif penumpang.

Oleh karena iru, Nur Isnin menghimbau kepada seluruh Badan Usaha Angkutan Udara atau maskapai yang melayani rute penerbangan berjadwal dalam negeri, untuk dapat menerapkan tarif penumpang yang lebih terjangkau oleh pengguna jasa penerbangan.

 "Seperti kita ketahui, bahwa kemampuan daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19 namun kebutuhan masyarakat akan transportasi udara tetap harus diperhatikan,” ucap Nur Isnin melalui keterangan tertulis, dikutip pada Senin (8/8/2022).

“Secara tertulis, himbauan ini telah Kami sampaikan kepada masing-masing Direktur Utama maskapai nasional, untuk dapat diterapkan di lapangan,” sambungnya

Dalam hal penetapan besaran biaya tambahan surcharge, Ditjen Perhubungan Udara berupaya mengakomodir kepentingan semua pihak yang bertujuan memberikan perlindungan konsumen, dan menjaga keberlangsungan usaha yang sehat.