News

Surat SAKTI untuk Presiden Jokowi Soal Kasus Novel


Surat SAKTI untuk Presiden Jokowi Soal Kasus Novel
Demo yang digelar SAKTI di depan Gedung KPK (AKURAT.CO/Bayu Primanda Putra)

AKURAT.CO, Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) menggelar aksi damai di depan KPK bertemakan "Satu Mata Hilang, Jutaan Mata Menyoroti" di depan Markas KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/8).

Dalam aksi yang digelar secara damai tersebut, Cappa selaku koordinator aksi membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo terkait penanganan kasus penyiraman air keras yang dilakukan terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

"Kami sangat berharap bahwa Bapak (Presiden) bisa memberi mandat untuk membentuk 'Tim Gabungan Pencari Fakta' yang nantinya akan turut serta bersama kepolisian untuk melakukan penyelidikan atas kasus yang hampir melenyapkan mata sebelah kiri Bapak Novel Baswedan," ujar Cappa dalam orasinya yang membacakan surat terbuka untuk presiden, di depan Gedung KPK.

Lebih lanjut, SAKTI menyatakan bahwa dalam menghadapi kasus ini, Novel tidak sendiri. Karena saat ini banyak orang yang menyaksikan kelanjutan dari penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Terlebih peristiwa tersebut terjadi ditengah panasnya polemik seputar korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Saat kejadian berlangsung Novel sedang menyidik kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 Triliun. Peristiwa ini merupakan perlawanan balik koruptor terhadap KPK secara institusi, maupun Novel sebagai individu." imbuhnya.

Hingga hari ini, pihak kepolisian sudah membeberkan sejumlah temuan baru terkait penanganan kasus Novel termasuk merilis sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penyerangan Penyidik Senior KPK tersebut.

Hanya saja, belum ada kejelasan terkait siapa tersangka maupun aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

Aksi yang digelar oleh SAKTI berlangsung selama satu jam dengan membawa poster bergambar mata. Ada pula peserta aksi yang mengenakan topeng berwajah Novel Baswedan sambil menaiki kursi roda dan didorong peserta aksi lainnya yang mengenakan topeng berwajah Presiden Joko Widodo dan Kapolri jend. Tito Karnavian.[]