Olahraga

Suporter Harus Berbenah, Hentikan Rivalitas tak Sehat

Suporter Harus Berbenah, Hentikan Rivalitas tak Sehat
Suporter Persebaya Surabaya (Antara Foto)

AKURAT.CO, Perdamaian antarsuporter semakin banyak terjadi seusai Tragedi Kanjuruhan. Manajer Fan Relations Persebaya Surabaya, Alex Tualeka mengatakan bahwa suporter memang sudah seharusnya berbenah agar tidak terulang lagi insiden yang memakan korban jiwa akibat mendukung tim sepakbola.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur terjadi setelah pertandingan Arema FC kontra Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023 pada Sabtu (7/10). Insiden ini mengakibatkan setidaknya 131 orang telah menjadi korban meninggal dunia.

Meski tragedi ini bukan bentrokan antarsuporter, Alex Tualeka merasa ini jadi kesempatan yang tepat bagi para suporter di Indonesia untuk merenung dan berbenah.

baca juga:

"Jadi, yang kita tekankan hari ini adalah bagaimana suporter bisa menyadari bahwasanya rivalitas yang sehat itu harus tunduk di benak-benak suporter itu sendiri. Kekalahan itu bukan berarti kiamat bagi klub itu, sehingga mereka harus berbenah," kata Alex ketika ditemui usai rapat koordinasi terkait evaluasi penyelenggaraan pertandingan sepakbola di Auditorium Wisma Kemenpora, Kamis (6/10).

"Mampu menerima dan berpesta saat menang, kita juga harus siap-siap bersedih saat kalah, bukan berarti mereka merusak. Jadi, itu harus dipahami oleh para suporter itu sendiri."

Menurut Alex, suporter sepakbola era sekarang, sudah waktunya untuk bersaing atau beradu kreativitas dalam hal mendukung tim kebanggaannya, sekalipun memiliki rivalitas yang sangat kuat dengan tim lain.

"Kami berharap, semua tim yang memiliki riwayat rivalitas yang tinggi seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung, serta Arema FC dan Persebaya Surabaya, ayo kita sama-sama menjadikan rivalitas yang dewasa, sehat, dan pertarungan dengan kreativitas di tribun antarsuporter," ucap dia.

"Biarkan sebelas pemain di lapangan saja yang bertarung untuk meraih kemenangan. Lalu, suporter di tribune bertarung dengan kreativitias mereka, bukan dengan cacian ataupun kebencian."[]